“Sebab Aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.”
(2 Tim. 1: 5)
Minggu yang lalu tanggal 1 Januari 2023 Pdt. Agus Panrimo menyampaikan kebenaran firman Tuhan dari 2 Tawarikh 17: 1-19, menyatakan bahwa iman dan kondisi rohani bangsa Yehuda yang kuat, berdampak besar bagi kejayaan Yehuda. Hal itu menyebabkan bangsa-bangsa di sekitarnya hormat dan segan untuk mengganggunya, bahkan ada yang memberi upeti kepada Yosafat. Rupanya kondisi rohani seseorang berperan besar mengangkat wibawa orang/kolompok orang tersebut.
Walaupun masih muda, rupanya Timotius juga memiliki wibawa, karena itu Paulus mengangkatnya menjadi anak rohaninya dan dididik secara khusus untuk menjadi pelayan Tuhan yang handal dan terpercaya. Mengapa Paulus memercayai Timotius seperti itu? Hal ini karena wibawa rohani yang ada pada dirinya yang menurun dari Eunike (ibnya) dan Lois (neneknya). Persoalannya adalah, ada anak pada masa sekarang yang orangtuanya setia, bahkan kakek dan neneknya rajin dan setia bergereja, tetapi anak tersebut tidak rajin, tidak setia seperti orangtuanya maupun kakek neneknya. Apa masalahnya?
Saya merasa yakin Lois mengajarkan firman Tuhan kepada Eunike anaknya dengan sungguh-sungguh, sehingga menjadikan Eunike setia kepada Tuhan karena pengajaran firman tersebut. Demikian juga Eunike, mengajarkan kebenaran firman Tuhan yang sudah diyakininya kepada Timotius anaknya itu. Dengan tidak bosan-bosannya Eunike memberi teladan yang benar bagaimana menerapkan firman Tuhan itu dalam hidupnya. Hal itu dilihat dan dirasakan secara langsung oleh Timotius sejak lahir.
Demikian juga Timotius, dalam menerima pengajaran firman Tuhan, ia menerimanya dengan ikhlas, dan dengan penuh keyakinan rela menanggung akibat penerimaan akan firman Tuhan tersebut. Hal ini terlihat dengan ucapan Paulus: “Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah sukacitaku.” (2 Tim. 1: 4). Ayat tersebut menyatakan bahwa Timotius rela mencurahkan air mata demi pelayanannya bersama Paulus. Mencurahkan air mata berarti mengalami kesedihan dan penderitaan akibat pilihannya menjadi pengikut Kristus.
Pembelajaran yang terjadi dalam hidup ini bisa datang dari peristiwa apa saja, tetapi belajar dari Firman Tuhan merupakan satu hal yang wajib bagi setiap anak Tuhan. Belajar akan Firman Tuhan dan memraktekkan dalam hidup sehari-hari langsung atau tidak langsung akan memengaruhi wibawa rohani kita. Selamat memiliki wibawa rohani dari belajar firman-Nya. Tuhan memberkati, Amin.
(RI03012023)
Pokok Doa:
- Pemerintah Indonesia dalam mengelola dan mengendalikan Ekonomi tetap memperhatikan kepentingan Umum dari pada kepentingan golongan sehingga ada keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia;
- GBIK melalui Organisasi dan Panitia dapat menyusun acara yang dapat memelihara Iman Jemaat menjadi bertumbuh dewasa dan berbuah untuk kemuliaan Tuhan;
- Jemaat GBIK tetap berpengharapan akan kuat kuasa Tuhan dalam menjalani hidup bermasyarakat berbangsa dan negara diberi kemampuan menjadi terang dan garam dunia.
Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah
- Rencana kerinduan pengadaan AC Gereja;
- Jemaat yang sudah lanjut usia; sedang sakit dan dalam pemulihan dari sakit agar diberikan kesehatan;
- Doakan jemaat yang sedang merantau.
