“Pada hari yang kedua puluh tiga bulan ketujuh, disuruhnya bangsa itu pulang ke kemah-kemah mereka sambil bersukacita dan bergembira atas kebaikan yang telah dilakukan TUHAN kepada Daud, Salomo dan kepada orang Israel, umat-Nya.”
(2 Taw. 7: 10)
Seperti sudah kita ketahui dari firman Tuhan dalam ibadah hari minggu lalu 17 Juli 2022 bahwa kita harus beribadah dengan sukacita, sudahkah kita merasakan sukacita dalam setiap ibadah kita? Pertanyaannya, apakah sukacita harus mendasari ibadah kita atau sukacita merupakan dampak dari ibadah yang kita laksanakan?
Dalam Kitab 2 Tawarikh 5 – 7 diceritakan peristiwa penahbisan Bait Suci yang dibangun Salomo secara mendetail, secara gamblang. Peristiwa yang menarik adalah di saat Salomo berdoa di atas mimbar tembaga yang dibuatnya dengan ukuran panjang lima hasta, lebar lima hasta dan tinggi tiga hasta, yang ditaruh di halaman (2 Taw. 6: 12-13). Salomo mendoakan banyak hal bagi kesejahteraan bangsa Israel dengan sungguh-sungguh (2 Taw. 6:14-42). Begitu Salomo selesai berdoa, terjadilah peristiwa yang menghebohkan yakni api turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu. Peristiwa itu menjadikan kemuliaan nama-Nya. Akibatnya para imam tidak memasuki Bait Suci. Kemudian secara serentak orang Israel melakukan hal ini, “Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan nyanyian syukur bagi TUHAN: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setianya.”” (2 Taw. 7: 3).
Suatu pengalaman yang indah dalam ibadah khusus Penahbisan Bait Suci itu rupanya menoreh kuat dalam hati seluruh bangsa Israel. Setelah semua rangkaian ibadah Penahbisan itu selesai, maka seluruh bangsa Israel ke kemah-kemah mereka dengan membawa perasaan sukacita dan bergembira karena kebaikan TUHAN atas Daud, atas Salomo dan atas semua bangsa Israel. Rupanya ibadah yang dilakukan dengan sungguh-sungguh mendatangkan hadirat Tuhan, dan hadirat Tuhan itu mendatangkan sukacita bagi semuanya.
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari pembaca SRHI, apakah dalam ibadah-ibadah yang kita lakukan, kita bisa merasakan hadirat Allah secara nyata? Hendaknya hal itu dapat kita rasakan, tetapi kalau belum, barangkali ada hal yang kita lakukan yang tidak berkenan kepada Allah dalam ibadah kita. Misalnya, saat beribadah, kita sambil main HP yang tidak ada hubungannya dengan ibadah, atau hati dan pikiran kita tidak berada dalam ruangan ibadah, dan lain-lainnya. Pastikan dalam ibadah, kita merasakan hadirat Allah. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI19072022)
Pokok Doa:
- Upaya pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk mengatasi permasalahan stunting (kurang gizi kronis) pada anak Indonesia;
- Pelayan misi, utusan injil dan hamba-hamba Tuhan denominasi Baptis yang melayani di daerah rintisan diberkati dan dipelihara Tuhan;
- Hasil Rapat Perancang GBIK tanggal 15 Juli 2022 dapat dikoordinir dan diimplementasi dengan baik guna pengembangan pelayanan gereja;
Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdt. Timbul Purwono serta keluarga;
- Mengucapsyukur atas pemulihan kesehatan pasca musim batuk/flu;
- Pemulihan kesehatan Ibu dan bayi pasca melahirkan: ibu Rian, ibu Malek, ibu Meliana.

Shalom basodara,
Ibadah bawa sukacita & Pentahbisan Bait Allah, tema hari ini!
Betapa teguhnya konformasi yang kita baca bersama :
Raja Daud minta Roh yg Kudus tidak diambil (Maz 51:13) minta ditahirkan dan dibri Roh yg teguh (ayat12) minta dilengkapi dgn Roh yg Rela (ayat14) Maka Daud akan ajarkan orang yg buat pelanggaran kenal JALAN TUHAN dan bertobat (destiny right spirit ayat 15)
2 Taw 7 ayat 18 Daud bertanya :
Benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi?
Tetapi yang membri keteguhan ada di ayat sebelumnya ayat 17 :
Biarlah terbukti kebenaran FirmanMu yang telah Kau Ucapkan kepada Hambamu Daud.
Zaman Now, kami UmatMu dapat merasa bukti nyata bahwa Kau mau berdiam bersama dengan manusia di atas Bumi ini dengan Roh Penolong yg berdiam didalam kami UmatMu, sehingga kami upayakan dgn sungguh2 Destiny right Spirit yg Tuhan nyatakan, bagian kami dalam Tubuh Kristus di Bumi ini. Terima Kasih Yesus utk Roh Penolong, Roh Kudus yg berdiam di dalam kami selama lamanya (Yoh 14:16)
Yohanes 15:26 Roh yg bersaksi tentang Yesus
garis bawahi kata keluar dari Bapa
:26 Jikalau Penghibur yang akan Ku utus dari Bapa datang, yaitu *Roh Kebenaran* yang keluar dari Bapa, *Ia* akan bersaksi tentang Aku.”
Shalom basodara
Ada catatan khusus tentang Kedaulatan Allah dalam 2 Samuel pasal 7:15 “tetapi kasih setiaKu tidak akan hilang daripadanya, seperti yang Kuhilangkan daripada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.”
Sadarilah dan tunaikanlah bagianmu dalam tubuh Kristus