“Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”
(Ams. 23: 17-18)
Sering kita berpikir, kenapa orang yang berdosa kelihatannya memiliki masa depan yang lebih baik dari orang percaya. Orang-orang yang hidup sesuka hatinya tanpa memikirkan dan tanpa memperhatikan etika dan keyakinan, nampak hidup lebih mapan dan penuh dengan gelimang harta, sementara orang-orang percaya tidak sedikit yang serba berkekurangan. Apakah masa depan hanya untuk mereka?, sedangkan orang percaya tidak memiliki masa depan?
Bagi orang percaya, masa depan bukan sekedar fatamorgana, tetapi sungguh ada. Tuhan Allah sendiri yang menyatakannya, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer. 29: 11). Hal inilah hendaknya menjadi keyakinan akan masa depan kita yang penuh harapan, jangan sekali-kali meragukan kebenaran firman-Nya ini. Hal ini pulalah yang mendorong penulis kitab Amsal menyatakan bahwa, “Karena masa depan sungguh ada dan harapan tidak akan hilang.” (Ams. 23: 18). Janganlah sering membandingkan masa depan orang percaya dengan masa depan orang yang berdosa. Mungkin yang kita lihat selama ini mereka kelihatannya memilki masa depan yang cerah, lihat apa yang difirmankan-Nya, “Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.” (Mzm. 68: 3).
Dengan demikian, tidak ada alasan lagi bagi orang percaya untuk meragukan masa depan, karena masa depan orang percaya telah Tuhan siapkan sedemikian rupa sesuai dengan rencana-Nya. Lalu bagaimana sikap kita supaya sungguh-sungguh memiliki masa depan yang cerah itu? Firman Tuhan dengan gamblang menyatakan, “Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan.” (Ams. 23: 12). Dan lagi kata firman-Nya, “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.” (Ams. 23: 17).
Hidup ini memang perjalanan panjang yang harus kita lewati, dalam perjalanan panjang itu pasti ada jalan yang mulus, rata dan lurus. Tetapi harus selalu diingat jalan tidak semua mulus, rata dan lurus, ada bagian-bagian tertentu yang bergelombang dan berkelak-kelok. Lewati jalan-jalan yang demikian, karena di sepanjang jalan itu Tuhan tidak akan meninggalkan kita, Dia menyertai kita sampai akhir zaman. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI31012022)
Pokok Doa:
- Doakan kinerja KPK dan penegak hukum lainnya dalam mencengah dan mengatasi kasus korupsi di Indonesia;
- Doakan rangkaian perayaan Imlek di berbagai wilayah dapat berlangsung aman, tertib dan dijauhkan dari kerusuhan;
- Doakan kewaspadaan dan hikmat jemaat GBIK dalam menghadapi lonjakan kasus covid dalam keseharian masing-masing.
