“Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”
(2 Korintus 12:7-9)
Dalam kehidupan kita sebagai seorang Kristen, sering timbul pertanyaan: “Mengapa”, khususnya ketika kita mengalami penderitaan. Pertanyaan itu ditujukan kepada Tuhan dengan seruan: “Tuhan beban ini terlalu berat, saya tidak sanggup lagi menanggungnya. Kalau boleh biarlah cawan ini lalu dari padaku”. Kita berdoa seperti Tuhan Yesus ketika berada di Taman Getsemani menjelang Dia ditangkap dan disalibkan.
Hal seperti itulah yang dialami oleh Rasul Paulus dalam 2 Korintus 12:1-10 ini. Rasul Paulus bercerita tentang seorang Kristen. Orang Kristen ini sesungguhnya adalah Rasul Paulus sendiri, karena sebagai kebiasaan para guru/ rabbi Yahudi, ketika mengalami suatu pengalaman yang luar biasa dengan Tuhan, mereka selalu tidak menggunakan identitas dirinya sendiri tetapi memakai kata ganti orang ketiga. Hal seperti itu dilakukan agar mereka tidak menyombongkan diri. Rasul Paulus berkata bahwa ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. Pengalaman itu sangat luar biasa, tetapi Rasul Paulus tidak mau bermegah atas pengalaman tersebut.
Ada satu hal yang sangat menarik perhatian kita ketika Rasul Paulus menyatakan bahwa: “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri” (2Korintus 12:7).
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, ada suatu penyakit yang diderita Paulus. Alkitab tidak memberitahu secara jelas penyakit yang diderita Paulus, kecuali dikatakan bahwa sudah 3 kali Paulus berdoa memohon kepada Tuhan agar penyakit itu disingkirkan Tuhan dari dirinya. Mungkin penyakit yang dialami oleh Rasul Paulus adalah penyakit fisik yang sangat berat seperti duri yang menusuk-nusuk dalam tubuhnya. Jawaban Tuhan atas doa Rasul Paulus itu: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Atas jawaban Tuhan Itu Rasul Paulus berkata: “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Korintus. 12:9).
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, kalau kita membaca 2 Korintus pasal 10 dan 11 kita akan menemukan bahwa ada orang Kristen di Korintus yang meragukan kerasulan Paulus, “Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus (2 Korintus 11:13). Orang-orang ini ditaruh oleh Iblis untuk mengacaukan gereja Korintus . Mereka menyombongkan diri secara duniawi. Hal itulah juga yang membawa penderitaan bagi Paulus sebagai seorang hamba Tuhan yang memulai pekerjaan Tuhan di Korintus. Mereka seperti duri yang membawa kesedihan bagi Paulus.
Apakah Anda pernah mengalami atau sedang mengalami seperti hal yang dialami Rasul Paulus? Anda mengalami suatu penderitaan yang sangat berat, dan Anda sudah tidak sanggup menanggungnya? Mungkin Anda mengidap penyakit yang sangat berat. Atau Anda mengalami masalah ekonomi yang sangat sulit. Atau Anda mengalami hubungan yang tidak baik dengan seseorang yang terus menerus merongrong Anda. Anda telah lama berdoa agar Tuhan menghilangkan “penyakit” yang sangat mengganggu itu, tetapi jawaban Tuhan berbeda dari yang Anda harapkan. Mungkin setiap kali Anda mengalami saat-saat sukar dalam hidup Anda, Anda mohon kepada Tuhan agar Anda dilepaskan dari kesukaran itu. Tetapi Jawab Tuhan adalah seperti yang diberikan-Nya kepada Paulus: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Mari meneladani Rasul Paulus yang menyadari bahwa walaupun Tuhan belum memberi jawaban seperti yang diharapkannya, dia tetap percaya bahwa kasih Allah tetap ada padanya. Kuasa dan kekuatan Allah dalam Kristus Yesus, tetap menyertai Anda. Ingatlah akan firman-Nya: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Korintus 10:13).
(JET21012022)
Pokok Doa:
- Doakan GBIK agar tetap dapat membuat acara kebaktian yang dapat dinikmati jemaat melalui live streaming dan onsite;
- Doakan para pelayan yang menyiapkan KPW diberi hikmat Tuhan. Kiranya jemaat semakin bertumbuh dan berbuah melalui setiap persekutuan yang diadakan;
- Doakan sekolah-sekolah yang berlangsung secara PTM (Pembelajaran Tatap Muka) agar dapat memberikan yang terbaik, patuh protokol kesehatan, tetap hati-hati dengan penyebaran virus varian baru.
