“Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki” .””
(Markus 14:36)
Bayangkan jika dunia tanpa perubahan. Kita tidak memiliki telepon, listrik, computer, kereta, pesawat, mall, internet, dan sebagainya. Pemimpin yang baik selalu siap mengubah dengan cara berpikir mereka. Mereka tahu bahwa ide-ide besar itu datang dari perubahan dan kebanyakan perubahan itu baik. Dalam Kitab Kejadian Fasal 37-46 bercerita tentang Yusuf seorang pemuda yang tidak takut akan perubahan dan terus berserah kepada Tuhan meskipun ia “terluka” akibat perlakuan saudara-saudaranya yang cemburu kepadanya sehingga mereka sepakat untuk membunuh Yusuf sampai akhirnya menjualnya kepada orang Ismael dan menjadi budak di Mesir (Kej. 37:22-29; 39:2b) serta akibat fitnahan istri Potifar sehingga Yusuf dipenjara karena hidup benar (Kej. 39:11-20). Namun, karena Yusuf tetap berserah kepada Tuhan meskipun ia terluka, Tuhan tetap menyertai Yusuf (Kej. 39:2a,21-23; 41:38-39) dan membuat Yusuf menjadi pemimpin besar (Perdana Menteri) di Mesir (Kej. 41:40-45).
Yusuf menaiki tangga kepemimpinan dari seorang gembala menjadi orang nomor dua di Mesir dengan tidak menolak perubahan dan tetap hidup berserah kepada Tuhan meskipun ia terluka. Yusuf tidak bertanya kepada Allah, “Mengapa?”, tetapi dari cara dan sikapnya dalam menghadapi masalah seperti yang tertulis dalam Alkitab, kita yakin bahwa yang dipertanyakan Yusuf kepada Tuhan adalah “Sekarang apa yang harus aku perbuat ya Allah?”. Dari kisah Yusuf di atas harusnya menginspirasi kita, bagaimana sebagai orang Kristen dan khususnya sebagai remaja atau muda-mudi Kristen untuk memiliki pemikiran yang demikian. Lebih-lebih sebagai murid-murid Kristus, kita harus memiliki pemikiran seperti Kristus yang bersedia melakukan kehendak Bapa-Nya, meskipun itu secara manusia sangat menyakitkan, sulit untuk dilakukan, bahkan kelihatannya mustahil seperti yang tertulis dalam Alkitab, “Kata-Nya: ”Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki” (Mrk. 14:36). Dan hanya melalui cara yang dilakukan Tuhan Yesus inilah dunia dan kehidupan manusia mengalami perubahan yang luar biasa, dimana keselamatan dapat dinikmati semua orang yang percaya kepada-Nya (Rm. 3:21-26; Yoh. 3:16).
Jadi, sebagai remaja dan kaum muda Kristen, diusia dan dimasa seperti kalianlah tantangan demi tantangan sangat besar, diusia dan dimasa kalianlah ada pengharapan besar, maka dari itu, janganlah takut dengan tantangan dan perubahan yang ada meskipun itu sulit dan mungkin membuat kalian terluka. Namun, yakin dan hidup benarlah seperti Yusuf tanpa mempertanyakan mengapa ini terjadi dalam hidupnya. Dan teruslah berserah kepada Tuhan seperti yang sudah diajarkan dan diteladankan Kristus kepada kita ketika Ia menjadi manusia dan hidup di dunia dengan cara berdoa kepada dan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dengan penuh iman, kerendahan hati, dan berserah diri sepenuhnya kepada-Nya maka Ia akan memberkati kalian dan kita semua (Yoh. 16:23-24; Mrk. 11:24). Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP29102020)
Pokok Doa:
- Mengucap Syukur diberikan kesempatan berdoa bersama dalam Ibadah Doa semalaman yang berlangsung sejak kemarin;
- Mari berdoa agar pemerintah mendapat hikmat dalam mengedukasi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan;
- Doakan Para jemaat yang baru saja di Baptis , terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan menjalankan panggilan Tuhan di GBIK.
