“Tetapi sekarang ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.”
(Yes. 64:8)
“Kehendak Tuhan laksanakan, kutanah liat Kau Penjunan. Bentuklah aku sesukamu. Aku menunggu di kakimu.” Apa yang terpikir dalam benak kita mendengar kalimat-kalimat tersebut? Ya benar, itu adalah lirik dari Nyanyian Pujian (Buku Merah) no 241, yang sering menjadi lagu undangan setelah kita mendengarkan firman Tuhan. Dalam Yesaya 63: 7 – 64: 12 ( 64: 8 ayat nats hari ini) merupakan doa pengakuan Yesaya dan doa permohonan setelah menyadari begitu jahatnya dirinya di hadapan Tuhan, sekaligus doa permohonan untuk mengikuti kehendak Tuhan sepenuhnya.
Frasa ‘Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami’, ini merupakan pengakuan bahwa selama ini mereka menyebut nama TUHAN, tetapi tidak menjadikannya sebagai Bapa nya, selama ini mereka tidak berbakti dengan benar kepada-Nya. Kesadaran itu diikuti dengan tekad bulat menyerahkan hidup sepenuhnya dengan mengakui bahwa dirinya adalah tanah liat dan TUHAN adalah Sang Penjunan yang membentuknya menjadi seperti apa yang Sang Penjunan mau. Sang Penjunan memiliki hak sepenuhnya atas tanah yang dimilikinya. Akan dibuat keramik (benda pecah belah dari tanah hasil kerajinan tangan) besar atau kecil, bentuk sederhana atau rumit, otoritas berada di tangan Sang Penjunan.
Semua itu mengajarkan kita, bahwa umat manusia adalah milik kepunyaan Allah, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk menolak apa yang dikehendaki-Nya. Kalau Allah sudah membuka pintu, tidak ada yang dapat menutupnya (Why. 3: 8).
Ayo orang muda, jangan keraskan hatimu, jangan hanya menuruti keinginan hatimu sendiri. Ingatlah kita adalah tanah liat, Sang Penjunan memiliki kehendak/keinginan membentuk kita menjadi keramik yang istimewa. Jangan memberontak, pekalah terhadap kehendak Tuhan karena Dia merencanakan masa depan yang terbaik untuk kita semua, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer. 29:11). Tuhan memberkati, Amin.
(RI26102020)
Pokok Doa:
- Mengucap Syukur Upacara Baptisan sudah dilakukan dengan baik;
- Mari berdoa untuk pemerintah DKI Jakarta , di beri hikmat dalam menekan jumlah penderita covid;
- Doakan persiapan pemuda yang melayani WBI dan PBI besok.
