“Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
(Kejadian 4:6-7)
Dalam Kejadian 4 kita membaca peristiwa yang sangat menyedihkan. Seorang kakak yang bernama Kain, tega membunuh adiknya Habil, hanya karena persembahannya tidak diterima oleh Allah. Sebelum Kain membunuh Habil Allah telah memperingatkan Kain bahwa dosa sudah mengintip di depan pintu. Allah telah memperingatkan Kain bahwa dosa sangat menggoda dia, tetapi dia harus berkuasa atasnya. Dengan kata lain Allah telah mengingatkan Kain bahwa Iblis sedang mengintip dan berusaha keras menggoda dia. Kain harus berkuasa atas godaan itu.
Semua orang menghadapi pencobaan. Pencobaan merupakan bagian dalam kehidupan kita setiap hari. Tuhan Yesus sendiri menghadapi pencobaan. Kitab Ibrani berkata: “Sama seperti kita , Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibrani 4:15). Kaum muda juga menghadapi pencobaan. Kalau Allah berfirman kepada Kain bahwa dia harus berkuasa atas pencobaan itu, maka kamu muda juga harus punya kekuatan untuk mengalahkan pencobaan yang mengintip dirinya.
Pencobaan itu sendiri bukan dosa. Kemanapun kita pergi kita akan menghadapi pencobaan, Karena itu kita perlu mengetahui bagaimana kita mengatasi pencobaan. Ada beberapa cara untuk mengatasi pencobaan yang datang menghadang hidup kita. Karena ruang untuk renungan ini sangat terbatas, kami paparkan tiga saja. Amsal 27:12 memberitahu: “Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpenga-laman berjalan terus, lalu kena celaka.” Dari firman Tuhan ini kita diberitahu bahwa salah satu cara untuk mengatasi pencobaan adalah menghindari atau menjauhkan diri dari sumber pencobaan. Dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus, dikatakan: “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, melainkan lepaskanlah kami dari yang jahat.” Yakobus juga menjelaskan: “Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut”. Jadi salah satu cara mengatasi pencobaan adalah mejauhkan diri dari sumber yang mendatangkan pencobaan, misalnya: sex, minuman keras, makanan, keinginan daging, hawa nafsu dan sebagainya. Contohnya: Esau menjual hak kesulungannya dengan semangkuk sup kacang merah karena lapar (Kejadian 25:34).
Cara kedua untuk mengatasi pencobaan adalah bertanya kepada diri sendiri. Jawablah dengan jujur apa akibat bagi diri Anda kalau Anda melakukan hal itu. Apakah hal itu sesuai dengan firman Tuhan atau tidak. Apa dampaknya bagi karir Anda, masa depan Anda, reputasi Anda dan kesaksian Anda terhadap orang lain? Pikirkanlah: kalau Anda melakukan hal itu, apakah akan menyakiti orang-orang yang paling Anda kasihi. Kalau Anda mendapat jawaban bahwa itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, jauhilah. Kalau Anda mendapat jawaban bahwa hal itu akan merusak reputasi dan karir Anda, jangan lakukan. Kalau Anda mendapat jawaban bahwa hal itu akan menyakiti orang yang Anda paling kasihi, hindarilah. Nasihat Rasul Paulus untuk Timotius tepat sekali bagi semua orang termasuk kaum muda: “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni” (2 Tmotius 2:21-22).
Cara ketiga untuk mengatasi pencobaan adalah: Mulai dari sekarang Jangan coba bermain dengan godaan. Salah satu penyebab mengapa seseorang selalu jatuh kedalam pencobaan adalah orang itu selalu bermain mata dengan pencobaan. Kita selalu membiarkan diri membuka pintu sehingga pencobaan datang. Contohnya raja Daud. Seharusnya sebagai seorang raja, dia harus ada di medan perang bersama tentaranya. Tapi dia tetap di rumah. Dia pergi ke sotoh rumahnya yang pasti dia tahu bahwa tempat itu berhadapan dengan tempat Betseba membersihkan diri. Akibatnya Daud melakuan dosa perzinahan yang mendorongnya ke dalam dosa pembunuhan berencana.
Jangan coba bermain-main dengan pencobaan. Jangan menganggap Anda cukup kuat melawan pencobaan. Tuhan Yesus bersabda: “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka” (Matius 5:29-30). Kata “cungkillah dan buang” serta “penggallah dan buang”, keduanya menyatakan bahwa segala hal yang mengarahkan kita ke dalam dosa mesti segera disingkirkan, harus cepat-cepat dibuang. Tidak boleh kompromi.
(JET23102020)
Pokok Doa:
- Mari mendoakan para pengusaha di Indonesia di berikan hikmat dalam mengatasi pandemik;
- Mari berdoa untuk jemaat GBIK bertumbuh dalam pengenalan Tuhan Yesus melalui Firman Tuhan setiap hari;
- Doakan persiapan pelayanan Baptisan tgl 25 Oktober 2020.
