Bacaan 26 Januari 2026
Keluaran 19-20
“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”
Keluaran 20:3
Ketika Tuhan berfirman, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku,” Ia sedang menetapkan sebuah protokol eksklusivitas. Kata “di hadapan-Ku” dalam bahasa aslinya dapat diterjemahkan sebagai “menyaingi wajah-Ku” atau “di depan mata-Ku.” Ini bukan sekadar larangan menyembah patung, melainkan tentang takhta hati.
Tuhan tidak ingin menjadi “salah satu” dari prioritas kita; Ia ingin menjadi satu-satunya sumber otoritas, identitas, dan keamanan kita. Firman ini adalah sebuah deklarasi cinta yang cemburu (El – Qana/Kana)— bukan cemburu yang toxic, melainkan cemburu Pencipta yang tahu bahwa ciptaan-Nya hanya akan menemukan kebahagiaan sejati jika melekat pada Sumbernya. Dasar tersebut harus kita mengerti agar kita dapat menempatkan Tuhan sebagai satu-satunya sumber pertolongan.
Jelas bahwa Tuhan tidak ingin kita mendua hati dan memiliki berhala yang membuat kita tidak sepenuhnya bergantung pada-Nya; bahkan bisa saja akhirnya berhala tersebut membuat kita teralihkan fokus dan mengesampingkan Tuhan. Dan jika kita membahas mengenai berhala, maka pengertian yang benar mengenai berhala bukan tentang “objek patung” atau hal lain yang sering kali digambarkan sebagai berhala. Pengertian mengenai berhala jauh dari sebatas bentuknya saja, tetapi mengenai “segala sesuatu yang akhirnya menggantikan posisi Tuhan didalam hati”, itu adalah berhala.
Dalam kehidupan saat ini, terkadang kita tidak sadar bahwa sering kali kita memberhalakan sesuatu sehingga Tuhan teralihkan. Setidaknya ada 4 contoh berhala yang bisa menjadi bahan introspeksi kita sebagai orang percaya agar kita tidak jatuh didalamnya :
1. Berhala “Penerimaan Sosial” (Gengsi & Media Sosial)
Banyak dari kita yang lebih takut akan penilaian manusia daripada penilaian Tuhan. Ketika kita merasa hampa jika tidak mendapatkan likes atau pengakuan di media sosial, kita sebenarnya sedang menempatkan “penerimaan manusia” sebagai allah di hadapan Tuhan.
• Contoh: Mengompromikan integritas atau nilai-nilai iman hanya agar dianggap “keren” atau masuk dalam lingkaran pergaulan tertentu.
2. Berhala “Keamanan Finansial”
Uang adalah alat yang baik, tetapi tuan yang buruk. Jika rasa aman kita bergantung pada angka di saldo rekening dan bukan pada pemeliharaan Tuhan, maka uang telah menjadi allah lain.
• Contoh: Bekerja begitu keras hingga mengabaikan hari sabat (istirahat), keluarga, dan hubungan dengan Tuhan, demi mengejar angka yang tidak pernah terasa cukup.
3. Berhala “Keluarga dan Pasangan”
Ini adalah yang paling halus. Mencintai keluarga adalah perintah Tuhan, tetapi jika anak, pasangan, atau orang tua menjadi alasan kita meninggalkan ketaatan kepada Tuhan, mereka telah menjadi berhala.
• Contoh: Menuruti keinginan pasangan yang bertentangan dengan kebenaran firman hanya karena takut kehilangan mereka. Ini berbahaya
4. Berhala “Diri Sendiri” (Self-Idolatry)
Di era self-love yang berlebihan, sering kali “suara hati kita” atau “keinginan kita” menjadi otoritas tertinggi di atas firman Tuhan. Kita menjadi tuhan atas hidup kita sendiri, menentukan mana yang benar dan salah berdasarkan perasaan sesaat.
• Contoh: “Saya merasa ini benar, jadi saya lakukan,” tanpa peduli apa yang dikatakan Kitab Suci.
Keempat hal diatas harus menjadi bahan evaluasi kehidupan kita agar kita tidak memiliki atau menjadikan sesuatu berhala dihadapan Sang Pencipta.
“Tuhan memberikan perintah ini bukan untuk membatasi kebebasan kita, melainkan untuk melindungi kita. Segala sesuatu selain Tuhan yang kita jadikan sandaran pada akhirnya akan mengecewakan. Hanya Tuhan yang cukup kuat untuk menopang seluruh berat hidup kita”
Tuhan Yesus memberkati
YG260126
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 26 Januari 2026
1. Mengucap syukur atas terlaksananya dengan baik Ibadah Minggu kemarin, baik Sekolah Minggu, Ibadah Pagi 1, Pagi 2 yang diikuti dengan Upacara Pembaptisan, serta Ibadah Sore. Kiranya jemaat yang hadir dapat menikmati kehadiran Tuhan dengan penuh sukacita;
2. Berdoa untuk Pelayanan RS Baptis Batu (Malang), Kediri, Lampung serta Klinik Baptis yang ada di Ungaran dan Kupang, Tuhan memberkati dan mencukupkan setiap dana operasional yang dibutuhkan.
3. Doakan BMKG yang bekerjasama dengan Lembaga terkait dalam melakukan penanggulangan banjir dengan modifikasi cuaca supaya dapat terlaksana dengan baik.
Pokok Doa untuk Cabang Sindu, Bengkayang – Kalimantan Barat
1. Berdoa untuk setiap pergumulan jemaat, kiranya Tuhan memberikan kesabaran, kekuatan dan jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi;
2. Doakan cuaca di sekitar Bengkayang Kalbar supaya baik dan jika hujan tidak menimbulkan banjir maupun bencana lainnya serta masyarakat dapat menjaga kesehatannya di musim penghujan saat ini.
3. Berdoa untuk Pdt. Bima Iryanto beserta Keluarga dalam menggembalakan Jemaat Cabang Sindu Bengkayang, Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan berkat yang cukup.
