“Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! Katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.”
(Hosea 14:3)
Bagi orang percaya menanggapi Kitab Suci masa kini, beberapa orang merasa sangat terhibur karena mengetahui bahwa Tuhan selalu hadir dalam hidup mereka dan tidak ada yang luput dari perhatian-Nya. Karena kita tahu dan mengerti bahwa Dia peduli pada kita. Tetapi mungkin ada sebagian orang juga membawa ketidaknyamanan mereka, merasa terbuka ketika mereka menyadari bahwa mustahil untuk bersembunyi dari Tuhan yang mengetahui segalanya tentang mereka. Jadi, meskipun mereka tidak bisa lepas dari kemahatahuan dan mahahadir Tuhan, mereka bereaksi seperti Yunus dan berusaha lari.
Mengapa kita ingin menjauh dari Dia yang menyelamatkan kita dan mencintai kita selamanya? Mereka lebih mengutamakan keegoisan daging, memiliki kecenderungan kuat untuk percaya pada diri sendiri atau logika untuk bertindak yang terbaik. Mereka melupakan dan melepaskan apa yang Tuhan katakan. Takut akan kegagalan atau kritik di dunia juga dapat mengakibatkan seseorang mengabaikan kehendak Tuhan. Namun seringkali yang menjadi masalah adalah bahwa orang menganggap ketaatan terlalu sulit untuk diikuti atau terlalu mahal.
Apa yang gagal mereka sadari adalah risiko nyata melarikan diri dari Tuhan: kehilangan hidup-Nya yang berkelimpahan yang hidupnya dekat dengan Tuhan. Melihat kisah pemimpin biduan Mazmur Daud dalam kitab Mazmur, kita dapat mengenali perlindungan Tuhan yang melebihi segalanya. Dia selalu mengawasi kita demi kebaikan kita, dan yang utama adalah ada kedamaian yang besar dalam percaya dan taat kepada-Nya.
Kitab Hosea ditutup dengan suasana yang mirip: sukacita dan ucapan syukur yang tak terhingga atas pemulihan dari Allah bagi mereka yang kembali kepada-Nya. Sebagian besar isi kitab ini, yang membandingkan hubungan antara Allah dan umat-Nya dengan hubungan sang nabi dengan pasangan yang tidak setia, meratapi kegagalan Israel untuk mengasihi Dia dan hidup bagi-Nya. Namun, Hosea dengan keyakinan meninggikan janji Allah tentang kasih, anugerah, dan pemulihan-Nya yang tak terbatas, yang tersedia cuma-cuma bagi mereka yang kembali kepada-Nya dengan penyesalan karena pernah meninggalkan Dia.
Allah berjanji memulihkan mereka, mengasihi mereka dengan sukarela. Apa yang kelihatannya sudah hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi akan kembali menjadi utuh dan tumbuh subur ketika anugerah Allah kita terima. Ketika kita menyakiti orang lain atau menyia-nyiakan kebaikan Allah dalam hidup, kita sering mengira bahwa segala yang baik itu tidak mungkin diperbaiki lagi. Namun, saat kita menyesal dan kembali kepada-Nya, kita akan mengalami bahwa kasih-Nya selalu menerima dan memulihkan kita.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MSN16112024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk para remaja dan pemuda di GBIK untuk mengasihi Tuhan Yesus dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan.
- Doakan anggota Sekolah Minggu hadir di hari minggu besok dan mereka semangat belajar Firman Tuhan.
- Doakan pelaksanaan Program Pilkada 27 November 2024.
Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat
- Berdoa untuk kesehatan dan kesetiaan jemaat Cab Sekadau.
- Berdoa agar para orang tua mendukung anak anak datang ke Sekolah Minggu.
- Doakan para pengajar tetap semangat untuk menjangkau anak anak lain bersama sama dengan GS.
