“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?” (Gal.1:10) Mengapa judul SRHI kali ini seperti itu? Apa yang mendasarinya? Jika kita membaca perkataan Paulus dalam Galatia 1:10, “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?” kita dapat melihat sebuah penekanan yaitu…
SRHI 23 JULI 24 – MELAKUKAN APA YANG MENJADI BAGIAN KITA
“Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!”(1 Ptr. 2:17) Indonesia adalah bagian dari bangsa Timur. Bangsa Timur kental dan terkenal dengan budaya adabnya, terlebih bangsa Indonesia. Jika bangsa Indonesia saja yang majemuk terkenal dengan budaya adabnya apalagi orang Kristen yang sudah menerima kemenangan dari Tuhan Yesus Kristus, seharusnya lebih dari itu, yaitu…
SRHI 22 JULI 24 – JADILAH TELADAN
“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”(1 Timotius 4:12) Inspirasi hidup bisa datang dari mana saja, salah satunya adalah dari orang yang dikagumi. Orang yang dikagumi bisa menjadi teladan dengan melihat kehidupannya (tingkah laku, kata-kata dan lain-lain). Teladan yang diberikan bisa hal baik dan buruk….
SRHI 21 JULI 24 – SALING MENGHORMATI DAN DAPAT DIPERCAYA DALAM PELAYANAN
“2 Timotius 4:1-8; 1 Tesalonika 3:1-13.” Dalam apapun juga, baik di sekolahan, perkantoran, bahkan kegerejaan selalu ada istilah yang namanya “senior dan yunior.” Kata “Senior” dalam Kamus Bahasa Besar Indonesia berarti sebutan bagi orang yang lebih tinggi pangkatnya, atau bila di kampus atau sekolahan, orang yang berada di semester atau kelas yang tertinggi; atau secara…
SRHI 20 JULI 24 – KESAKSIAN DALAM TUHAN
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”(Kisah Para Rasul 1 : 8) Ada berbagai cara orang bersaksi dalam setiap persekutuan, yang paling sering adalah bagaimana Tuhan sudah menolong dalam sakit, duka, ada…
SRHI 19 JULI 24 – MELAYANI TUHAN DENGAN HATI SEORANG PELAYAN
“Yesus berkata kepada mereka: “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.”(Lukas 22:25-26) Selamat bertemu kembali Saudara-saudara pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan Yesus, Pernahkah Anda berpikir apa yang akan…
SRHI 18 JULI 24 – DIMAMPUKAN DALAM SEGALA HAL
“Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.”(2 Korintus 6:4) Kehidupan orang yang percaya kepada Kristus merupakan kehidupan yang berpengharapan. Selalu dimampukan oleh Tuhan, dalam segala keadaan bahkan dalam keadaan sulit sekalipun. Harus percaya dan yakin penuh bahwa pertolongan Tuhan datang…
SRHI 17 JULI 24 – PELAYAN DAN MOTIVASI PELAYANAN
“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”(Galatia 1:10) Seorang waiters tentu saja akan berhadapan dengan banyak sekali orang (customers) setiap harinya. Orang – orang yang ditemui oleh waiters tersebut pastinya memiliki karakter yang berbeda…
SRHI 16 JULI 24 – KESAKSIAN PERJUANGAN
“Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka .”(Kisah Para Rasul 26:17) Soekarno presiden pertama Indonesia pernah berkata begini: “Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya (sumber: www.uici.ac.id)”. Keinginan seseorang membantu dia melakukan apa yang diimpikan…
SRHI 15 JULI 24 – TETAP MELAYANI
“Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: “Ia ini agaknya Anak Daud.”Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.”(Matius 12:22-24) Orang yang melayani Tuhan sebenarnya adalah…









