“Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: “Ia ini agaknya Anak Daud.”Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.”(Matius 12:22-24)
Orang yang melayani Tuhan sebenarnya adalah orang yang selalu berbuat baik bagi dirinya sendiri, sesama dan bagi Tuhan. Mengapa melayani Tuhan disebut sebagai orang yang berbuat baik bagi dirinya sendiri? Karena ia selalu memikirkan perihal kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali sebagai hakim atas semua manusia, sehingga kehidupannya senantiasa berpusatkan pada Tuhan supaya tidak menyimpang dari jalan Tuhan (Flp. 4:5).
Sebagai pelayan Tuhan janganlah bergantung pada apa kata orang; karena orang bisa saja mendukung pelayanan kita karena sedang cocok, atau orang bisa berkata pelayanan kita tidak baik, tidak memuaskan, dan lain sebagainya yang sifatnya tidak mendukung pelayanan kita oleh karena sesuatu hal. Sekarang, mari kita perhatikan kehidupan Tuhan Yesus selama melayani di dunia. Ia tidak pernah mengizinkan apa yang dikatakan orang lain perihal diri-Nya untuk mengubah pendirian-Nya. Ia tetap melayani orang yang memerlukan diri-Nya. Ia tetap menyembuhkan, Ia tetap mengusir setan, Ia tetap berbuat baik walaupun banyak orang Farisi dan ahli Taurat mengatakan kepada-Nya bahwa Ia melakukan semuanya itu dengan kuasa setan (Mat. 12:22-24).
Tuhan Yesus tidak membuang waktu, pikiran, bahkan tenaga untuk memikirkan orang lain yang berkata jelek terhadap diri-Nya dan Ia begitu yakin apa yang ada pada diri-Nya. Tuhan Yesus tidak pernah bosan berbuat baik, walaupun keadaan sulit dan tertekan sekalipun. Perhatikan dan renungkan baik-baik peristiwa dalam hidup Tuhan Yesus Kristus yang boleh dikatakan sangat sulit untuk berbuat baik dan melayani, tetapi hal itu tidak menghambat-Nya untuk berbuat baik dan melayani. Saat Tuhan Yesus disalibkan. Paku yang besar sedang tertancap dan merobek tangan dan kaki-Nya, tetapi Ia tidak marah, mengecam bahkan mengancam. Ia malah berbuat baik dan menunjukkan pelayanan yang murni melalui doa yang Ia salurkan: “… Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk. 23:34). Tuhan Yesus juga mau berbuat baik, menolong dan menyelamatkan salah seorang penjahat yang disisi-Nya saat disalibkan berkata: “Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (Luk. 23:42). Dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun, ketika secara jasmani Ia sedang menderita dan sengsara yang luar biasa, Ia tetap berbuat baik, menolong, dan menyelamatkan seorang penjahat itu dengan berkata: “Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk. 23:34).
Tuhan Yesus Kristus selalu berbuat baik dan melayani, walaupun keadaan yang sangat sulit selalu mewarnai setiap gerak dan langkah-Nya. Ia rela seorang diri, ditinggalkan para murid-Nya, dicaci, dihujat, bahkan dibunuh. Sungguh ini adalah suatu perkara yang sangat sulit dilakukan oleh kita semua sebagai pelayan-pelayan Tuhan, tetapi jikalau kita melihat dan merasakan kasih Tuhan Yesus yang sangat besar dan nyata kepada kita tentunya apapun yang terjadi dalam pelayanan kita, kita tetap setia melayani Tuhan, baik kepada sesama dan untuk gereja-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
(AP15072024)
Pokok Doa GBIK:
- Bersyukur untuk esetiaan dan pemeliharaan Tuhan bagi Asisten Gembala Sidang dan keluarga, Pdt. Julianus Tarapa dan keluarga, serta para diakon dan keluarga. Mohon mendoakan kesehatan mereka.
- Doakan untuk jemaat tetap setia beribadah dan menjadi berkat di manapun mereka berada.
- Doakan untuk toleransi beragama di NKRI.
Pokok Doa TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara

- Berdoa untuk pelayanan dan kesehatan Pdm. Defretes Patty bersama keluarga.
- Doakan untuk usaha untuk menyelesaikan renovasi plesteran gedung gereja.
- Berdoa untuk kesatuan hati dan kesetiaan jemaat TPW Pengharapan, Birinoa, Halmahera Utara.
