“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”(Galatia 1:10)
Seorang waiters tentu saja akan berhadapan dengan banyak sekali orang (customers) setiap harinya. Orang – orang yang ditemui oleh waiters tersebut pastinya memiliki karakter yang berbeda – beda, bahkan tidak jarang waiters akan berhadapan dengan customers yang suka complain tentang makanan atau minuman yang sudah diberikan. Namun itulah konsekuensinya, itulah bagiannya. Dalam pelayanan pun, hal – hal yang sama juga terjadi.
Konsekuensi tersebut merupakan bagian yang harus dihadapi oleh setiap orang percaya yang adalah pelayan (bnd. Lukas 1:38 “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; …””). Oleh karena itu orang percaya perlu memposisikan diri sebagai seorang pelayan bagi sesama dan gereja, serta perlu menyiapkan hati dan mental untuk menghadapi konsekuensi dalam pelayanan ini (exc: 2 Kor. 6:1-10).
Seorang pelayan memang melayani manusia untuk kemuliaan nama Tuhan, namun pelayan perlu mengerti lebih detail bahwa pelayanan yang diberikan harus berfokus pada Tuhan bukan manusia (Galatia 1:10 “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah ku coba berkenan kepada manusia?”) Hal ini perlu dimengerti oleh seluruh pelayan agar pelayan tidak jatuh dalam ekspektasi yang salah dan akhirnya “menyesal sudah melayani, menyesal untuk melayani, menyesal karena melayani.”
Pelayanan yang kita lakukan sudah seharusnya berfokus kepada Allah sehingga pelayan tidak mudah terdistraksi oleh respons negatif orang – orang yang sudah dilayani. Fokus pelayanan akan membuat pelayan memiliki hati yang lapang, kasih yang tulus, pelukan yang hangat, mulut yang lemah lembut, pemikiran yang bersih dan tubuh yang rela berkorban.
Oleh karena itu marilah kita mengusahakan diri dalam pelayanan ini memiliki fokus yang benar agar kita tidak jatuh dalam ekspektasi yang salah dan penyesalan yang tak perlu. Layanilah seorang akan yang lain oleh kasih (1 Petr. 4:10; Gal. 5:13) dan dengan motivasi yang benar.
Tuhan Yesus memberkati
(YG170724)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk Ibadah Doa Rabu pada hari ini agar dapat berjalan dengan baik, berdoa untuk pembawa acara, pemusik, pembawa renungan, petugas sound system dan lcd serta cuaca yang baik, sehingga banyak jemaat yang hadir.
- Keluarga di setiap jemaat hidup dalam iman kepada Tuhan Yesus dan damai sejahtera.
- Kepala daerah di setiap provinsi bekerja dengan takut akan Tuhan dan mampu menyejahterakan masyarakat yang dipimpinnya.
Pokok Doa BPW PEMURIDAN, Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara
- Berdoa untuk pelayanan dan kesehatan Bp. Samuel Paradongan Purba bersama keluarga.
- Berdoa untuk bisa mempersiapkan bahan ajar dan alat peraga untuk Sekolah Minggu.
- Berdoa untuk tanah gereja supaya Tuhan sediakan, dan jemaat bersama-sama mendukung dalam janji iman.

Ya Abba Ya Bapa
Puji Tuhan untuk Fondasi (iman) Yesus Kristus Motivasi (asa, harapan) yg fokus to the Cross dan Kasih KaruniaMu (tindakan sehari harian) sebagai Distiny the right Spirit. AMIN
Kiranya Doa Puasa kami bagi Roh Kudus berkarya bawa kami kepada seluruh Kebenaran sampai tiba pengenapan penyataan InjilMu di Langit & Bumi yang baru dimana ada Kebenaran. Yesus yang berjanji membawa kami keluar dari dunia yang JAHAT SEKARANG INI (Gal 1:3-4) AMIN
Kiranya Doa Puasa kami bagi Roh Kudus berkarya bawa kami kepada seluruh Kebenaran sampai tiba pengenapan penyataan InjilMu di Langit & Bumi yang baru dimana ada Kebenaran. PERKENANANMU Yesus yang berjanji membawa kami keluar dari dunia yang JAHAT SEKARANG INI (Gal 1:3-4) AMIN
Ya Abba Ya Bapa
Puji Tuhan untuk Fondasi (iman) Yesus Kristus Motivasi (asa, harapan) yg fokus to the Cross dan Kasih KaruniaMu (tindakan sehari harian) sebagai Distiny the right Spirit. AMIN
MENGINGAT 1 ROH DI SORGA 1 ROH YANG SAMA YANG BERTINDAK BAGI KAMI UMATMU