Bacaan 4 Mei 2026
Ezra 7-8
“Sebab Ezra telah menetapkan hatinya untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajarkan ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.”
Ezra 7:10
Dalam kehidupan ini kita memerlukan pilar-pilar penyangga yang nantinya dapat menopang kehidupan kita. Dan dalam kisah ini kita dapat mendapatkan 3 pilar penting guna mewujudkan integritas kehidupan seperti Ezra. 3 pilar tersebut yaitu meneliti, melakukan dan mengajar; ketiganya merupakan sebuah urutan yang tidak dapat ditukar dan harus berjalan secara sistematis.
Pertama, meneliti. Ezra tidak sekadar membaca; ia meneliti. Dalam bahasa Ibrani, kata yang digunakan adalah Lidros, yang berarti mencari dengan tekun, menginjakkan kaki, atau mengejar hingga menemukan esensi. “Lidros” memberikan makna bahwa sesuatu yang kita lihat dan rasakan perlu dipahami secara jelas sehingga kita tidak terjebak pada informasi permukaan saja. Mengapa ini penting? Hal ini menjadi penting karena terkadang kita jatuh dalam pemahaman yang dangkal terhadap sesuatu sehingga akhirnya kita salah dalam menilai sesuatu dan akhirnya salah memberi respon (baik dalam pekerjaan maupun kehidupan berkeluarga). Meneliti berarti memberikan waktu terbaik, bukan sisa waktu, untuk memahami kebenaran dan kenyataan yang sesungguhnya agar kita tidak jatuh dalam pemahaman yang salah. Dengan meneliti, Ezra mengakui bahwa otoritas tertinggi bukan pada logikanya maupun perasaannya (Bnd. Ams.3:5) melainkan pada maksud Tuhan; ini adalah tindakan kerendahan hati sebelum melangkah untuk melakukan. “Tanpa pengertian yang baik, maka perbuatan kita tidak akan baik.”
Kedua, melakukan. Poin kedua ini adalah poin paling krusial. Ezra tidak melompat dari “belajar” langsung ke “mengajar” sehingga ia tidak jatuh dalam kebiasaan buruk manusia lain yaitu “jarkoni” (iso ngajar tapi ora iso ngelakoni/bisa mengajar tapi tidak bisa melakukan). Setelah ia meneliti, Ezra tidak langsung mengajar; tetapi ia mengambil jeda yang sangat penting untuk melakukan apa yang ia teliti. Ezra menjadi praktisi sebelum menjadi pengkhotbah dan ini menjadi sebuah teguran penting bagi setiap kita agar kita tidak secara sembarang berbicara sesuatu yang sebenarnya tidak kita lakukan. “Tanpa melakukan, maka pengetahuan yang kita teliti hanya akan menjadi kesombongan atas sesama.” Poin kedua ini mengajarkan kita agar kita dapat mempraktikkan terlebih dahulu apa yang sudah kita teliti agar pengetahuan kita terhadap Kitab Suci tidak hanya berakhir di teori tetapi harus melahirkan bukti.
Ketiga, mengajarkan. Setelah meneliti dan menghidupinya, akhirnya Ezra mulai mengajar. Pengajaran Ezra memiliki otoritas karena ia berbicara dari pengalaman, bukan sekadar teori. Hal ini memberikan kita pesan yang indah bahwa jika suara kita ingin didengar, maka suara tersebut harus disertai dengan sebuah bukti dari tindakan nyata.
Urutan dalam Ezra 7:10 tidak boleh dibalik karena kita tidak bisa mengajarkan apa yang tidak kita lakukan, dan kita tidak bisa melakukan apa yang tidak kita pahami. Oleh sebab itu, marilah kita mencontoh Ezra agar kehidupan kita semakin berkualitas sehingga akhirnya kita dapat berdampak besar bagi keluarga dan sesama seperti Ezra yang akhirnya dapat berdampak bagi bangsanya.
Tuhan Yesus memberkati
YG040526
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 04 Mei 2026
1. Berdoa untuk Jemaat GBIK diberikan hikmat dan kekuatan dari Tuhan dalam menghadapi persoalan atau pergumulan saat bekerja mencari nafkah. Doakan supaya dalam pekerjaaan maupun usaha yang dilakukan dapat berhasil dengan baik serta menjadi berkat dalam rumah tangga masing-masing.
2. Berdoa supaya GBIK dapat memelihara dan mendewasakan iman Jemaat melalui program-program kegiatan yang ada. Doakan supaya setiap kegiatan dapat berjalan dengan baik dan berbuah untuk kemuliaan Tuhan.
3. Doakan Pemerintah Indonesia tetap dapat mewujudkan rasa aman, tenteram dan damai di saat dunia sedang ada peperangan yang mengganggu perekonomian di Indonesia.
Pokok Doa untuk Cabang Purwonegoro, Jawa Tengah
1. Berdoa untuk Jemaat yang belum mendapatkan pekerjaan, Tuhan membukakan pintu berkat.
2. Doakan kegiatan pelatihan musik supaya dapat terlaksana dan banyak anak-anak yang tertarik mengikuti pelatihan musik ini.
3. Berdoa untuk pelayanan Pdm. Eko Mugi Kristianto supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Cabang Purwonegoro.
