Bacaan Alkitab, 9 Maret 2026
Hakim-Hakim 1-5
“Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.”
Hakim-hakim 4:5
Ada beberapa makna menarik yang terdapat didalam kisah seorang Nabiah bernama Debora. Debora dipilih oleh Allah sebagai pahlawan bagi Israel yang sedang ketakutan mendengar 900 kereta besi Sisera; bahkan ketika bangsa Israel menemuinya, ia sedang duduk disinggahsananya yaitu pohon kurma. Debora duduk dibawah pohon kurma yang terletak diantara Rama (yang berarti “tempat tinggi”) dan Betel (yang berarti “rumah Allah”), hal ini memberikan pesan bahwa Debora sedang menjembatani antara urusan duniawi dengan sorgawi. Debora ingin Israel melihat pohon kurma yang berdiri diantara Rama dan Betel sebagai cara hidup yang harus dilakukan. Maksudnya adalah agar Israel dapat seperti pohon kurma yang tertanam jauh kedalam (Betel – tertanam didalam Tuhan. Sebuah kualitas hubungan yang benar), sehingga dapat mengasilkan buah yang manis (Rama – menjadi berkat bagi sesama dengan apapun yang kita miliki). Karena : “pribadi yang tertanam didalam Tuhan pasti akan dapat menghasilkan buah yang sesuai dengan kehendak Tuhan” dan lebih dari itu “pribadi yang tertanam akan dapat melewati tekanan dengan tenang dan nyaman; sama seperti Debora yang duduk dengan tenang dibawah pohon kurmanya“.
Debora duduk di bawah pohon kurma di antara Rama dan Betel; diwilayah yang gersang. Pohon kurma adalah oase, ia memberikan bayangan dari terik matahari dan buah untuk energi. Pohon kurma dikenal karena akarnya yang sangat dalam mencari sumber air tanah. Makna indah dari duduknya Debora dibawah pohon kurma adalah akhirnya Debora bisa memberikan solusi (penghakiman) yang bijak karena ia “berakar” dalam persekutuan dengan Tuhan. Pohon kurma memiliki akar yang dalam, begitu pula dengan Debora yang memiliki hubungan baik dengan Sang Khalik.
“Hikmat Debora tidak didapat dalam satu malam. Ia tumbuh, berakar dan mencari sumber hikmat (air), sehingga akhirnya Debora dapat menjadi penyelamat karena hikmat yang memenuhinya”
Sebagai penutup coba kita cermati makna nama Debora. Debora – D’vorah memiliki arti Lebah yang tentu saja memiliki hubungan organik dengan pohon kurma. Tanpa lebah (penyerbuk), pohon kurma tidak akan berbuah manis. Nama Debora adalah nubuat tentang fungsinya: dia adalah agen “penyerbukan” yang membawa kehidupan dan kemanisan bagi bangsa yang sedang pahit karena penjajahan. Maka dari itu terkadang orang yang memakai nama ini cenderung fleksibel, happines namun berpendirian teguh karena ia memiliki sengat untuk menegakkan keadilan.
Oleh sebab itu maka kita perlu meniru Debora untuk dapat tertanam dengan baik didalam Tuhan sehingga akhirnya kita memiliki hikmat yang bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan diri kita sendiri maupun orang lain yang membutuhkan pertolongan kita.
Tuhan Yesus memberkati
YG090326
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 9 Maret 2026
1. Berdoa untuk keluarga besar atas berpulangnya Bpk. Lioe Djoen Tjhin ke rumah Bapa di surga, kiranya keluarga dan para sahabat yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan serta penghiburan dari Tuhan Yesus.
2. Berdoa untuk Jemaat yang mengalami kebanjiran supaya tetap diberikan kesehatan dan kekuatan.
3. Berdoa supaya curah hujan tidak terlalu tinggi sehingga tidak menyebabkan banjir lagi. Doakan pula supaya Pemerintah dapat memberikan jalan keluar dengan program penanggulangan banjir.
Pokok Doa untuk Cabang Gerbang Mutiara, Landak, Kalimantan Barat
1. Berdoa untuk setiap pergumulan dan permasalahan yang dialami oleh jemaat supaya Tuhan berikan kekuatan, kesabaran dan jalan keluar yang tepat pada waktunya.
2. Berdoa untuk anak-anak yang masih sekolah supaya Tuhan memberkati dengan hikmat dan perlindungan sehingga mereka dapat fokus belajar serta terhindar dari pengaruh negatif. Doakan juga supaya mereka rajin untuk ikut Sekolah Minggu.
3. Doakan pelayanan Pdt. Timbul Purwono beserta keluarga supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan jemaat.
