Bacaan Senin, 23 Februari 2026
Ulangan 8-11
“Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu Tuhan, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!”
Ulangan 9:6 TB
“Semua berkat yang didapat oleh karena Tuhan hebat” – begitulah kira-kira kalimat yang cocok untuk menggambarkan kisah yang terdapat didalam Ulangan 9:1-6. Pengertian diatas menegur kedagingan kita yang terkadang menganggap “hasil, pencapaian, jabatan, kedudukan, kekayaan, keberhasilan dan kesehatan” didapat oleh karena kita yang berusaha. Ulangan 9:1-6 membawa kita pada satu kebenaran yang seringkali sulit diterima oleh ego manusia: Bahwa berkat dan keberhasilan kita bukanlah karena kehebatan kita sendiri.
Kisah ini dimulai dengan ingatan yang terulang bagi bangsa Israel; dimana generasi terdahulu (40 tahun sebelumnya) telah gagal untuk mencapai Kana’an oleh karena ketakutan melihat bangsa Enak (Bilangan 13). Dalam hal ini Tuhan sedang membedah luka lama mereka. Tuhan seolah berkata: “Dulu ayahmu gagal karena mereka mengandalkan penglihatan mata. Sekarang, Aku akan memberi kalian kemenangan, tapi ingat: ini tetap bukan karena kalian lebih berani dari ayah kalian, tapi karena Aku lebih setia dari ketakutan kalian.” Seringkali kita berada di posisi yang sama. Kita menghadapi tantangan yang jauh melampaui kapasitas kita. Namun, firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhanlah yang berjalan di depan kita sebagai “api yang menghanguskan.” Kemenangan itu mungkin, bukan karena otot kita kuat, tapi karena Allah kita dahsyat.
Tuhan memperingatkan Israel dan kita “Janganlah engkau berkata dalam hatimu… ‘Karena jasa-jasaku TUHAN membawa aku masuk menduduki negeri ini” – Ulangan 9:4-5. Jika hari ini kita sedang menikmati “tanah perjanjian” – baik itu kesuksesan karier, keluarga yang harmonis, atau kedamaian batin; ingatlah bahwa itu bukan upah atas kesalehan kita, itu adalah bukti kesetiaan Allah pada janji-Nya. Kesadaran ini seharusnya tidak membuat kita rendah diri, melainkan membuat kita menjadi pribadi yang rendah hati. Kita berhenti menghakimi orang lain yang “belum sampai,” karena kita tahu kita pun sampai di sini hanya karena tuntunan tangan-Nya.
Oleh sebab itu :
“Setiap jengkal “tanah perjanjian” yang kita duduki hari ini bukanlah bukti bahwa kita lebih baik dari mereka yang gagal, melainkan bukti tentang betapa setianya Tuhan pada janji-Nya yang melampaui segala kelemahan kita, sehingga setiap pencapaian yang kita raih seharusnya tidak membuat kita membusungkan dada, melainkan justru membuat kita tersungkur dalam syukur yang paling dalam, menyadari bahwa jika bukan karena kasih karunia-Nya yang menutupi cacat cela, maka kita tidak akan pernah sanggup berdiri di tempat kita sekarang berada.”
Tuhan Yesus memberkati
YG230226
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 23 Februari 2026
1. Mengucap syukur untuk kegiatan gereja hari Minggu kemarin yang sudah berlangsung, baik Ibadah, Sekolah Minggu maupun Persekutuan Harmoni yang telah berlangsung dengan baik. Doakan agar jemaat dan petugas dapat menerapkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mengucap syukur untuk guru-guru Sekolah Minggu yang telah setia melayani. Berdoa agar mereka juga dapat menjadi contoh yang baik untuk murid-muridnya.
3. Berdoa agar di bulan puasa saat ini masyarakat Indonesia memiliki sikap hati yang rukun, saling menghargai antarumat beragama dan dapat saling menjaga kedamaian.
Pokok Doa untuk Cabang Eklesia, Pelita, Halmahera Utara
1. Berdoa untuk setiap pergumulan pribadi Jemaat Cabang Eklesia Pelita supaya Tuhan kuatkan dan beri jalan keluar.
2. Berdoa supaya jemaat tetap setia dalam mengikuti Ibadah dan kegiatan gereja lainnya. Doakan supaya jemaat dapat terus bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan menjadi berkat di tengah-tengah masyarakat
3. Berdoa untuk Pdm. Yunus Tuwongadil dan Keluarga supaya diberikan kesehatan, hikmat dan berkat yang cukup dalam menggembalakan jemaat cabang Eklesia.
