“Kata Maria: ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”
Lukas 1:38 TB
Ketika kita membahas mengenai Kelahiran Tuhan Yesus Kristus, maka sudah sepatutnya kita membahas mengenai ketaatan Maria. Sebuah bentuk ketaatan yang membuka jalan bagi keselamatan dan memberi pesan mendalam akan pentingnya kesadaran bahwa kita adalah hamba Tuhan.
Ada dua interpretasi menarik mengenai perkataan Maria yang berbunyi “sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan”; interpretasi yang pertama adalah pernyataan tersebut merupakan pernyataan penekanan status orang percaya. Maria dengan tegas mengaku dihadapan Malaikat Gabriel bahwa ia adalah hamba Tuhan yang akan siap taat akan apa yang dikehendaki Tuhan walau diperhadapkan dengan kematian. Maria memahami statusnya sebagai hamba Tuhan dengan baik sehingga ia memiliki hati hamba yang selalu siap untuk taat kepada tuannya. Dan dengan sikap tersebut maka kita mendapati sebuah pesan berharga bahwa sebagai orang percaya yang juga memiliki status sebagai hamba Tuhan, maka kita perlu untuk taat dan mengutamakan Tuhan walau diperhadapkan dengan permasalahan.
“Ketaatan akan perintah Tuhan merupakan kunci Mujizat dan pertolongan Tuhan dinyatakan”
Interpretasi kedua adalah bahwa Maria memilih taat walaupun diperhadapkan dengan risiko besar (Bnd. Ulangan 22:23-24). Interpretasi yang kedua memberi pesan berharga bagi setiap kita bahwa ada harga yang harus dibayar untuk sebuah ketaatan kepada Tuhan walaupun kita akan diperhadapkan dengan permasalahan. Dalam konteksnya, Maria sedang diperhadapkan dengan hukuman rajam jika ia kedapatan hamil tanpa suami atau belum menikah. Namun inilah uniknya bahwa Maria tidak undur dari ketaatannya walau dunia mengancam dan menekan dalam kesendirian. – Apa yang dialami oleh Maria merupakan pelajaran berharga bahwa sudah seharusnya kita juga dapat memiliki kesetiaan yang tidak mudah goyah walau diancam dan ditekan oleh dunia.
“Kualitas ketaatan kita diuji ketika kita diperhadapkan dengan kondisi “apakah kita memilih taat kepada Tuhan atau tidak”; dan keputusan yang kita ambil dalam kondisi yang kita alami akan menentukan “ya tidaknya” mujizat dapat terjadi”
Tuhan Yesus memberkati
YG011225
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 01 Desember 2025
1. Berdoa untuk Korban bencana alam di Sumatera supaya dapat segera terpenuhi kebutuhan makanan, pengobatan, dan keperluan lainnya.
2. Berdoa untuk BNPB, TNI, Polri dapat mengevakuasi korban bencana alam ke tempat yang lebih aman.
3. Berdoa untuk kegiatan Natal 2025 GBIK yang dimulai dengan Adven 1 kiranya Tuhan Yesus memberkati dan memberikan kelancaran dalam setiap kegiatan.
Pokok Doa untuk Cabang Imanuel, Rantauprapat, Sumatera Utara
1. Berdoa untuk jemaat yang menjadi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Rantauprapat, Sumatera Utara, supaya diberikan kekuatan, kesehatan dan pertolongan oleh Tuhan melalui pemerintah dan lembaga kemanusiaan lainnya.
2. Berdoa supaya Jemaat Cabang Imanuel Rantauprapat dapat saling menopang satu dengan lainnya sehingga tetap dikuatkan dalam iman dan pengharapan akan kasih Kristus.
3. Berdoa untuk Pdt. Rejeki Pardamean Tambunan dan Keluarga, Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat, dan keluarga yang mengalami bencana banjir juga diberikan kekuatan dan pertolongan.
