KETIKA KITA TIDAK MENGERTI RENCANA TUHAN.
“Ia telah menghempaskan aku ke dalam lumpur, dan aku sudah menyerupai debu dan abu. Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku”. (Ayub 30:19-20)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Ayub adalah salah seorang tokoh Alkitab yang tidak mengerti mengapa Tuhan menimpakan kepadanya penderitaan yang sangat berat. Ayub tidak secara eksplisit mengatakan “Saya tidak mengerti mengapa saya harus mengalami semua ini,” namun Kitab Ayub mencatat perkataannya yang mengungkapkan kebingungan, keluhan, dan pengakuannya bahwa cara kerja Allah terlalu ajaib baginya untuk dipahami.
Salah satu ayat kunci di mana Ayub mengakui keterbatasannya dalam memahami rencana Allah tertulis pada akhir kitab, setelah Allah berbicara kepadanya: (Ayub 30:21-23)
“Engkau menjadi kejam terhadap aku, Engkau memusuhi aku dengan kekuatan tangan-Mu. Engkau mengangkat aku ke atas angin, melayangkan aku dan menghancurkan aku di dalam angin ribut. Ya, aku tahu: Engkau membawa aku kepada maut, ke tempat segala yang hidup dihimpunkan. Ketika Kita Tidak Mengerti”.
Sejak usia dini, anak-anak akan berulang kali bertanya kepada orang tua mereka, “Mengapa?”. Dan keingin-tahuan akan alasan ini bukanlah sesuatu yang kita hilangkan seiring bertambahnya usia. Sebagai orang dewasa, terutama di masa-masa sulit ketika kita tidak dapat memahami apa yang sedang Tuhan lakukan, kita cenderung berpikir, “Seandainya aku bisa tahu mengapa, maka akan lebih mudah untuk menanggungnya.”
Dalam penderitaannya yang luar biasa, Ayub mengalami rasa sakit dan frustrasi karena Tuhan berdiam diri. Ia rindu untuk menyampaikan masalahnya dan mendengar apa yang Tuhan katakan. Namun ketika Tuhan tidak segera menjawab, Ayub tetap berpegang teguh kepada-Nya dan bersandar pada apa yang ia yakini benar: “Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas” (Ayub 23:10).
Seperti Ayub, kita hendaknya menyalurkan emosi dan respons kita melalui kebenaran Firman Tuhan. Jika tidak, kita mungkin tergoda untuk meragukan kebaikan dan kasih Bapa kita, karena kebaikan dan kasih itu tidak langsung terlihat di masa-masa sulit. Namun, jika kita percaya pada apa yang diungkapkan Kitab Suci tentang karakter dan cara Allah, kita dapat menanggung penderitaan dengan setia, terlepas dari apakah Dia pernah menjelaskan alasannya atau tidak. Lagi pula, Allah tidak pernah menjamin jawaban atas pertanyaan kita selama kita hidup di bumi, tetapi Dia berjanji untuk menyertai kita.
(JET 14112025)
Pokok Doa SRHI GBIK
Jumat, 21 November 2025
- Berdoa untuk rencana donor darah di hari Minggu besok, agar dapat berjalan lancar, banyak peserta yang dapat mendonorkan darahnya sehingga menjadi berkat bagi banyak orang.
- Berdoa untuk program Sekolah Minggu Berbakti besok Minggu, agar setiap rangkaian acara dipakai Tuhan untuk menolong segenap jemaat semakin mengenal kasih Tuhan, pertumbuhan iman, dan terjalin kekeluargaan dan kebersamaan.
- Berdoa untuk korban bencana alam erupsi Gunung Semeru di wilayah Lumajang, Jawa Timur dan sekitarnya. Kiranya para pengungsi diberikan kekuatan dan kesehatan, serta Pemerintah setempat, Tim SAR dan Organisasi / Lembaga Penolong lainnya dapat membantu para korban.
Pokok Doa untuk Cabang Sekadau, Kalimantan Barat
- Berdoa untuk Jemaat yang sedang sakit supaya Tuhan jamah sehingga segera sembuh. Doakan juga agar Jemaat dapat menjaga pola hidup sehat dan terhindar dari segala penyakit.
- Doakan kegiatan Gereja : Ibadah Minggu, Sekolah Minggu, Jam Doa, KMBI supaya dapat berjalan dengan baik dan banyak jemaat yang hadir.
- Berdoa untuk Pdt. Sebunbia beserta Keluarga supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani jemaat, mengunjungi jemaat yang sudah lama tidak ke gereja dan tetap semangat melakukan penginjilan.
