“Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”
Efesus 4:13
Ada sebuah konsep yang berkembang dalam teologi Kristen yaitu bahwa orang percaya disebut sebagai anak – anak Allah; konsep tersebut merupakan konsep yang benar dan sesuai dengan dasar Firman Allah. Namun konsep tersebut ternyata dapat melahirkan sebuah miss understanding seperti contoh “aku adalah anak – anak Allah dan Allah memiliki tanggung jawab untuk menyenangkanku” sehingga ketika konsep sebagai anak – anak Allah disalah artikan maka hal tersebut dapat memunculkan orang – orang percaya yang hanya mau menuntut Allah demi kebaikan kehidupannya sendiri.
“Padahal realitanya seorang anak tidak akan selamanya menjadi bayi, ia akan bertumbuh dewasa dan akan mengerti; bahwa semakin dewasa maka hubungan antara anak dengan orang tua tidak hanya sebatas tentang meminta; tetapi bagaimana menyenangkan orang tua dan taat kepadanya”.
Sehingga orang percaya diharapkan tidak selamanya atau berada dalam waktu yang lama menjadi bayi rohani, tetapi diharapkan dapat bertumbuh semakin dewasa sehingga dapat mengubah pola pikirnya dari “meminta menjadi memberi”. Pertumbuhan kerohanian tersebut menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi kehidupan kerohanian orang percaya karena orang percaya yang beranjak dewasa akan cenderung mudah “mengucap syukur” untuk segala hal baik maupun yang tidak baik yang terjadi padanya karena ia tau bahwa “segala sesuatu yang terjadi itu terjadi oleh karena izin Allah dan ia tau bahwa rancangan Allah adalah rancangan terbaik bagi kehidupannya”. Sehingga orang percaya yang telah beranjak dewasa tidak akan memiliki waktu untuk menyalahkan Allah. Namun sebaliknya, bagi orang percaya yang salah mengartikan statusnya sebagai anak – anak Allah akan cenderung mudah untuk menyalahkan Allah ketika hal – hal yang terjadi dalam kehidupannya tidak sesuai dengan apa yang ia mau. Orang percaya yang belum dewasa akan cenderung menuntut Allah dengan paksaan agar kehidupannya berjalan sesuai dengan keinginannya.
Penulis tidak sedang mengajarkan bahwa meminta kepada Allah merupakan suatu tindakan yang salah, tetapi mengajarkan bahwa sebagai orang percaya; kita perlu bertumbuh semakin dewasa dan hidup sebagai pribadi yang tidak hanya meminta, meminta dan meminta. Tetapi sebaliknya, hidup untuk memberi bagi kemuliaan Allah di Sorga. Tentu kita diperbolehkan untuk meminta apapun kepada-Nya dan memang haruslah demikian. Karena jika kita tidak meminta kepada-Nya, maka kita meminta kepada siapa? Jadi dalam hal ini orang percaya sah – sah saja bahkan diperkenankan untuk meminta kepada Allah.
Dengan demikian maka kita perlu untuk bertumbuh menjadi pribadi yang semakin dewasa dalam kerohanian sampai akhirnya kita dapat memberi, salah satunya adalah pemberian “ucapan syukur” kepada Allah oleh karena semua hal yang terjadi bagi kita; baik maupun tidak baik, ucapkanlah syukur senantiasa sebagai tanda kita percaya bahwa segala sesuatu telah dirancangkan Allah demi kebaikan kita walaupun harus mengalami masa sulit dan sakit.
“Mengertilah kita bahwa status sebagai anak – anak Allah perlu dipahami sebagai usaha orang percaya untuk menunjukkan keseriusan dihadapan Allah dengan tidak selamanya menjadi bayi rohani yang terus meminta”
Tuhan Yesus memberkati
YG010925
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 1 September 2025
1. Berdoa untuk Jemaat GBIK supaya tetap tenang menyikapi situasi dan kondisi saat ini dengan tidak terprovokasi atau terhasut dengan berita-berita hoax yang mengganggu ketentraman dan keamanan ditengah-tengah masyarakat Indonesia.
2. Doakan GBIK beserta Karyawan, Koster dan Security supaya tetap dalam perlindungan Tuhan dan mereka dapat bekerja dengan baik dalam menjaga, merawat dan mengamankan Gereja dengan penuh tanggung jawab.
3. Doakan Pemerintah Indonesia yang saat ini sedang mengalami permasalahan pasca demo dan kerusuhan, kiranya Tuhan tetap memberi hikmat kebijaksanaan kepada para pemimpin dan masyarakat Indonesia sehingga tercipta suasana yang aman dan kondusif.
Pokok Doa untuk Cabang Purwonegoro, Jawa Tengah
1. Doakan kesehatan Jemaat Cabang Purwonegoro, baik yang sedang sakit maupun yang dalam pemulihan kesehatan supaya Tuhan jamah sehingga dapat sembuh seperti semula.
2. Doakan program kegiatan gereja untuk mengadakan kunjungan ke jemaat, penjangkauan jemaat yg undur dan penginjilan pribadi.
3. Berdoa untuk pelayanan Pdm. Eko Mugi Kristianto supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Cabang Purwonegoro, dan doakan proses penahbisan Pdm. Eko menjadi Pendeta Pengantar Injil pada tanggal 07 November 2025.
