JANGAN MELAWAN KEBENARAN
Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! (Yakobus 3:14)
Banyak faktor yang menyebabkan hubungan seseorang menjadi tidak harmonis bahkan bisa terpecah. Ini bisa terjadi dalam satu kehidupan keluarga jemaat, persekutuan dan pelayanan. Salah satu faktor terjadinya adalah iri hati dan lebih banyak mementingkan diri sendiri daripada orang lain. Mementingkan diri sendiri disebut pula juga egois. Dia mendahulukan kenyamanan dan keuntungan diri sendiri tanpa memperhatikan orang lain. Bahkan bisa mengorbankan kenyamanan dan keuntungan orang lain.
Kita bisa baca pada kisah raja Saul dan Daud. Hal ini disebabkan oleh Raja Saul menggunakan cara sendiri dan melanggar perintah Tuhan, melakukan apa yang tidak boleh dilakukan. Raja Saul juga mempunyai sikap iri hati karena mendengar rakyat banyak memuji Daud karena Daud membunuh musuh berlaksa laksa dan Saul hanya beribu ribu. Sehingga nama Daud lebih dikenal daripada nama Saul. Dengan kebencian yang timbul pada diri Saul sampai dia ingin menjatuhkan dan membunuh Daud.
Ketika seseorang mementingkan diri sendiri ia akan menjadikan dirinya sebagai pusat dan tidak lagi mempedulikan kepentingan dan perasaan orang lain. Orang yang mementingkan diri sendiri mempunyai karakter :
- Sulit menjalin kerjasama dengan orang lain sebagai anggota tim di dalam menyelesaikan sebuah tugas, karena ego centris.
- Mudah marah, tersinggung serta tidak bisa menguasai diri. “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.” (Mazmur 37:8).
- kecenderungan menghakimi dan mencela orang lain karena menganggap diri sendiri paling benar dan tidak pernah salah. Rasul Paulus mengingatkan, “Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.” (Galatia 6:4).
- Kehidupan yang tidak konsisten, berdusta melawan kebenaran.
Dalam segala perkara marilah senantiasa meneladani Kristus, “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,… dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi orang lain juga.” (Filipi 2: 1-4). Mari kembali dan jujur dalam kebenaran sehingga kasih akan nyata dalam kehidupan.
Tuhan Yesus memberkati. Amin
(MSN30082025)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 30 Agustus 2025
- Doakan Jemaat GBIK yang sedang sakit, baik yang dirawat di Rumah Sakit maupun di rawat di rumah(berobat jalan), Tuhan menyembuhkan melalui usaha dan tindakan medis yang dilakukan, serta Tuhan mencukupkan untuk dana yang dibutuhkan.
- Doakan GBIK dalam rangka Konseling Bimbingan Pranikah supaya dapat terlaksana dengan baik, menghasilkan keluarga baru yang takut dan taat kepada Tuhan, serta menjadi keluarga yang memahami tugas dan tanggungjawabnya untuk selalu memuliakan nama Tuhan.
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam mendidik dan mencerdaskan Anak Bangsa supaya memiliki karakter yang baik dan bertanggung jawab untuk kemajuan Bangsa Indonesia.
Pokok Doa untuk BPW Pemuridan, Sidikalang, Dairi – Sumatera Utara
- Berdoa bagi jemaat yang merindukan untuk mendapatkan pekerjaan supaya Tuhan membuka jalan berkat dan jemaat yang berada di luar kota (Putri & Yove) tetap memelihara imannya dan Tuhan menjaga serta melindungi mereka.
- Doakan BPW Pemuridan Sidikalang dalam mempersiapkan bahan ajar Sekolah Minggu dan alat peraga Sekolah Minggu.
- Doakan Bp. Samuel Paradongan Purba sebagai Gembala Sidang beserta keluarga supaya Tuhan berikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan jemaat.
