“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”
Roma 12:2
Didalam undangan sebuah pesta pasti terdapat informasi mengenai dresscode yang harus dikenakan untuk acara pesta. Tujuannya jelas, yaitu agar para undangan dapat memakai pakaian yang sesuai dengan tema pesta sehingga hal ini akhirnya menimbulkan konsekuensi sosial kepada tamu yang tidak memakai pakaian pesta yang sama. Terkadang tamu yang tidak memakai pakaian serupa akan mendapatkan cemooh, hinaan bahkan dikeluarkan dari pesta. Dan hal itu menjadi sebuah gambaran yang cocok untuk menggambarkan kehidupan orang percaya yang terkadang menerima cemooh, hinaan bahkan ditolak oleh dunia ketika orang percaya tidak menjadi sama seperti dunia. Inilah yang disebut kehidupan kontras orang percaya; dimana orang percaya tidak hidup seperti cara dunia melainkan hidup seperti cara sorga.
Secara jelas dan tegas Paulus menghimbau orang percaya agar menjalani kehidupannya dengan dasar kebenaran Allah yang tertulis dalam Roma 12:2 ‘Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna’. Frasa ‘jangan menjadi serupa’ dalam bahasa Yunani ‘suschematizo’ mengarah kepada ‘kehidupan yang meneladani sesuatu’ sehingga dengan pemaknaan tersebut maka maksud ‘jangan menjadi serupa dengan dunia’ adalah bahwa orang percaya perlu dengan jeli untuk memilah dan memilih nilai – nilai kehidupan yang terdapat didunia karena tentu saja tidak semua yang terdapat didunia ini berdasarkan Kehendak Allah. Pemaknaan tersebut diperjelas dibagian ayat selanjutnya dengan maksud ilahi yaitu agar orang percaya dapat mendahulukan apa yang menjadi kehendak Allah dalam menjalani kehidupannya.
Sebagai contoh orang dunia memiliki konsep ‘berbohong untuk kebaikan’ yang terkadang digunakan untuk menguntungkan diri sendiri maupun untuk menyelamatkan diri sendiri dari ancaman. Namun apakah ‘berbohong untuk kebaikan’ adalah suatu hal yang sesuai dengan Firman Allah? Tentu saja tidak (Mat.5:37). Oleh sebab itu maka orang percaya perlu jeli dalam melihat nilai – nilai kehidupan yang tersebar didalam dunia ini sehingga orang percaya tidak terperangkap olehnya. Sehingga sudah seharusnya kita memilih untuk berbeda dengan dunia.
Namun perlu diketahui bersama bahwa orang percaya tidak sepenuhnya menolak nilai – nilai dunia. Kalau nilai – nilai dunia merupakan nilai yang sesuai (eligible) dengan Firman Allah, maka nilai tersebut boleh diteladani dan dihidupi. Namun jika tidak, maka sudah sepatutnya orang percaya untuk menolaknya. Memilih berbeda dengan dunia adalah upaya orang percaya untuk mengutamakan Allah dalam laku kehidupannya dengan motivasi untuk melakukan yang baik (agathos = melakukan sesuatu atas dasar kasih Allah), untuk melakukan yang berkenan (eurestos = melakukan sesuatu yang menyenangkan Allah), dan untuk melakukan yang sempurna (teleios = menghasilkan buah. Bnd. Yak.1:4).
Memang tidak mudah untuk memilih berbeda dengan dunia, apalagi terkadang kita tergiur untuk melakukan hal – hal jahat yang dilakukan oleh dunia (mabuk, merokok dsb). Namun kembali lagi kita diperhadapkan pada sebuah pertanyaan ‘apakah kita mau dituntun oleh Roh Kudus?’. Pertanyaan ini sudah sepatutnya muncul karena Roma 12:2 merupakan ayat yang ada setelah Pentakosta; yang artinya bahwa Roh Kudus telah diberikan bagi dunia, terkhusus orang percaya. Sehingga Paulus dengan sadar menulis frasa ‘pembaharuan budi’ karena ia tau bahwa Roh Kudus telah diberikan dan akan menuntun kehidupan orang percaya.
Namun sekali lagi, apakah kita mau diperbaharui dan menjadi berbeda dengan dunia? Dan apakah kita siap menerima cemoohan serta hinaan yang akan dunia berikan kepada kita? Serta apakah kita mau mengemsampingkan ego demi gaya hidup sorga?
Tuhan Yesus memberkati
YG250825
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 25 Agustus 2025
1. Doakan Jemaat GBIK agar tetap setia dalam beribadah di Gereja dan rindu bersekutu bersama, saling mengasihi, saling melengkapi sehingga suka cita Tuhan melimpah dalam hidup Jemaat.
2. Berdoa untuk GBIK supaya tetap dalam pimpinan dan perlindungan Tuhan, segala program dan kegiatan berjalan lancar, dapat memelihara Iman Jemaat menjadi bertumbuh, dewasa dan berbuah untuk kemuliaan Tuhan.
3. Doakan Bangsa Indonesia tetap tenang, sabar dan bijaksana, tidak mudah tersulut berita-berita hoax yg akan merusak persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.
Pokok Doa untuk Cabang Sribhawono, Lampung Timur
1. Berdoa supaya Tuhan melindungi jemaat dari segala penyakit, kecelakaan dan marabahaya.
2. Berdoa untuk semua jemaat supaya sehati sepikir dalam bergereja dan saling memperhatikan sehingga Gereja semakin bertumbuh.
3. Doakan Gembala Sidang (Sdr. Yosua Gura) supaya Tuhan memberikan kesehatan dan hikmat dalam melayani Jemaat Cabang Sribhawono Lampung, serta memiliki semangat dan kuasa Roh Kudus untuk melakukan penginjilan.
