“2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah , tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri , dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia 4 . 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! Tetaplah kerjakan keselamatanmu 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah..”
(Filipi 2:5-16)
Saudara kekasih dalam Kristus Yesus, sebagai orang percaya kita adalah tubuh Kristus. Dan sebagai tubuh Kristus, kita terdiri dari bagian tubuh yang berbeda-beda serta memiliki fungsi yang berbeda-beda sebagaimana yang dikatakan dalam Roma 12:5. Selain sebagai tubuh Kristus, setiap orang percaya adalah keluarga Allah yang dibangun Kristus (Efesus 2:19). Maka dari itu, kita semua, sebagai anggota Gereja Baptis Indonesia Kebayoran, hendaknya hidup sebagai keluarga Allah (1 Timotius 3:15).
Ketika kita menyadari bahwa kita adalah keluarga Allah, maka di antara jemaat satu dengan yang lainnya akan saling membutuhkan, meskipun terkadang terjadi perbedaan. Tidak ada keluarga atau gereja yang tidak pernah mengalami perbedaan atau perselisihan. Itu adalah sesuatu yang wajar. Namun, jika perbedaan atau perselisihan terus-menerus terjadi dan tidak segera diselesaikan, maka keluarga atau gereja tidak akan mengalami kebaikan. Lalu, bagaimana caranya membuat gereja, yang adalah keluarga Allah, supaya hidup saling mengasihi, memaafkan, dan menerima satu sama lain di tengah perbedaan atau perselisihan yang ada?
Pertama, renungkan cara-cara yang telah Tuhan pakai untuk menolong kita melalui gereja selama bertahun-tahun dalam hidup kita. Ketika dahulu kita membutuhkan arah hidup, di mana kita menemukannya? Kita menemukannya di gereja. Ketika kita sedang menghadapi masalah dengan siapa pun lalu pergi ke gereja, di sanalah seorang pendeta, diakon, atau sahabat turut membantu kita keluar dari masalah. Dan di mana kita akan menemukan Kristus? Kemungkinan besar, gerejalah tempatnya.
Kedua, dengan meneladani Tuhan Yesus Kristus, yaitu hidup dengan berpikir dan berperasaan seperti Kristus (Filipi 2:5-8). Tuhan Yesus yang Mahamulia rela melepaskan kemuliaan-Nya dengan mengambil posisi yang paling rendah, sampai orang-orang yang merendahkan-Nya tidak mampu merendahkan-Nya lagi. Pikiran Yesus Kristus dinyatakan dalam sebuah tindakan, yaitu mau datang ke dunia dan berjalan menuju Kalvari.
Jadi, Saudara kekasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, ingat dan sadarlah bahwa keluarga ataupun gereja tidak ada yang tanpa cacat cela dan kekurangan. Namun demikian, tidak ada tempat di luar sana yang seperti gereja. Karena gereja adalah tempat untuk menerima kelebihan dan kekurangan satu dengan yang lain, tempat kita bersekutu, tempat kita belajar mengasihi dan mengampuni, serta tempat untuk melayani Tuhan dalam situasi dan kondisi apa pun.
Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati. Amin.
