“Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: ”Aku bukan Mesias.”.”
(Yohanes 1:20))
Indonesia dikenal dengan berbagai kode di hadapan dunia internasional. Di antaranya, +62 yang digunakan sebagai kode telepon seluler di Indonesia, INA yang digunakan sebagai kode dalam dunia olahraga, terutama bulu tangkis. Ada juga kode lainnya seperti IDR, ID, dan IDN. Ketika kode-kode ini dipakai, kode tersebut menunjukkan identitas negara Indonesia di depan negara-negara lain. Lantas bagaimanakah identitas orang percaya di hadapan Tuhan?
Yohanes mengungkapkan tentang identitas dirinya ketika ditanya oleh imam-imam dan orang-orang Lewi: Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: ”Aku bukan Mesias.” (Yohanes 1:20). Yohanes mengakui identitas dirinya bukan Mesias dan sudah menyadari hal tersebut. Timbul pertanyaan, dari mana Yohanes mengetahui hal tersebut?
Yohanes dikenal sebagai seorang anak dari kedua orang tua yang terkenal hidup benar dan tidak bercacat. Yohanes pastilah dibimbing menjadi anak Tuhan yang benar dan mengerti panggilannya. Dia tahu identitasnya yang bukan sebagai Mesias. Yohanes tahu bahwa dia adalah seorang pembuka jalan bagi kehadiran Sang Mesias.
Orang percaya seharusnya mengerti identitas dirinya, identitas yang membutuhkan bimbingan dan pimpinan Tuhan terus-menerus. Pelayanan yang dilakukan setiap orang percaya menjadi identitas dirinya, tetapi apakah itu cukup? Tentu saja tidak. Orang percaya masih terus membutuhkan bimbingan Tuhan melalui Roh Kudus supaya tahu panggilan Tuhan secara berkesinambungan yang tidak berhenti pada satu titik saja.
Pembaca SRHI, bagaimana dengan identitas saudara sebagai orang percaya? Saudara sudah melakukan identitas yang ada pada saat ini sebagai orang percaya, tetapi jangan puas di sana. Teruslah mau untuk melakukan bagian dalam pelayanan dengan sungguh-sungguh dan nantikan hal-hal lain yang akan Tuhan percayakan. Mungkin saat ini saudara dikenal sebagai guru sekolah Minggu, tetapi tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Persiapkan diri dan jalani identitas dalam pelayanan apa pun itu dari Tuhan. Jangan pandang penting atau tidaknya peran tersebut, tetapi pandanglah Tuhan yang memberikan tugas tersebut. God bless.
(FRD311224)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk kesetiaan para kaum muda untuk tetap berpegang pada Firman Tuhan dalam segala aspek kehidupan.
- Berdoa untuk Jemaat GBIK dapat mempersiapkan hati dalam mengikuti Ibadah awal tahun dan Perjamuan Tuhan.
- Doakan keamanan NKRI dalam rangka menyambut pergantian tahun disetiap daerah.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Berdoa untuk Pelayanan dan kesehatan Pdm. Bimo Iryanto beserta keluarga dan jemaat GBIK Cab Sindu, Bengkayang, Kalimantan Barat.
- Berdoa guru Sekolah Minggu dalam mempersiapkan materi dan bahan ajar.
- Doakan kesetiaan jemaat Cab Sindu dalam pelayanan di gereja.
