“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.”
(Yohanes 12:46)
Di Indonesia, kita mengenal seorang ibu bernama R. A. Kartini sebagai seorang pahlawan emansipasi wanita, yang ditulis dalam buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Slogan ini menjadi inti perjuangannya, yaitu bahwa kedudukan sosial manusia, baik pria maupun wanita, adalah sama. Emansipasi dilakukan sebagai pembebasan dari perbudakan dan persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat (seperti persamaan hak kaum wanita dengan kaum pria).
Kartini menunjukkan bahwa kedudukan manusia tidak selamanya berada dalam kesedihan; ada waktunya untuk meraih kebahagiaan. Dalam kehidupan, gelap tidak selamanya menyelimuti hidup, terang pasti akan terbit. Oleh karena itu, orang tidak boleh terus-menerus berlarut dalam kesusahan hati—badai pasti akan berlalu. Untuk mengenang jasa Ibu Kartini, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.
Firman Tuhan dalam Alkitab juga telah menjelaskan bahwa sejak manusia pertama, Adam dan Hawa, jatuh dalam dosa karena godaan iblis, manusia telah hidup dalam kegelapan. Manusia tidak mampu mentaati Tuhan dan hidupnya dipenuhi dosa. Dalam kondisi gelap ini, manusia membutuhkan perlindungan.
Namun, siapakah yang bisa menjadi pelindung kita? Tidak ada nabi atau manusia yang berani menyatakan hal seperti yang dikatakan oleh Yesus dalam Yohanes 12:46:
“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.”
Yesus datang ke dunia untuk memberikan terang kepada manusia dan keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, agar mereka tidak lagi tinggal dalam kegelapan dosa. Bagi orang percaya, meskipun kita menghadapi badai kehidupan yang sering kali menimbulkan ketakutan, Yesus adalah perlindungan kita. Dia adalah Sang Terang yang memberi kita kekuatan untuk menghadapi kegelapan hidup.
Semoga dalam keadaan apa pun, kita tetap percaya dan terus mengandalkan Kristus Sang Pemberi Terang. Mari kita memohon agar terang-Nya senantiasa menerangi hidup kita yang gelap oleh dosa. Semoga iman kita kepada Kristus, Sang Terang Sejati, semakin menguatkan semangat kita untuk menjadi terang bagi sesama demi kemuliaan nama Tuhan.
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:16).
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MS28122024)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan penegakan Hukum oleh aparat yang berwenang tidak disalahgunakan oleh oknum -oknum yg tidak bertanggung jawab yang menimbulkan keresahan masyarakat.
- Doakan GBIK tetap dalam pimpinan dan perlindungan Tuhan untuk menjadi Gereja yang Injili, diberkati dan menjadi berkat bagi Bangsa dan Negara.
- Doakan Jemaat tetap setia taat akan Firman Tuhan dapat saling melengkapi, menguatkan di antara Jemaat tetap hidup rukun dalam pelayananya.
Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara
- Doakan kiranya kehadiran Sekolah Minggu dapat bertambah jumlahnya.
- Doakan Penjangkauan dan Penginjilan gereja kiranya jemaat dapat memberanikan diri dalam menjangkau.
- Doakan Jemaat yang sedang merantau baik yang kuliah dan bekerja di luar kota.
