“Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?”(Ayub 2:10a)
Manusia memiliki kecenderungan ingin selalu mendapatkan sesuatu yang baik, enak, nyaman dan sejahtera tanpa mau disentuh oleh sesuatu yang berkonotasi tidak baik. Namun tampaknya itulah realita kehidupan manusia yang tidak dapat disalahkan dan dibenarkan. Namun penting untuk kita dapat memahami setiap hal dengan pemahaman bahwa “Apa yang terjadi itu adalah baik walaupun dirasa tidak baik. Aku percaya bahwa dibalik ini semua, Allah punya rencana”. Pemahaman yang demikian akan dapat membawa energi positif dalam kehidupan ini dan akan membawa hidup kita tanpa beban sehingga dapat selalu bersukacita. Pemahaman tersebut perlu menjadi prinsip hidup orang percaya karena dengan demikian maka orang percaya dapat melakukan Firman yang tertulis dalam 1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Jika pemahaman tersebut dapat menjadi prinsip kehidupan orang percaya maka orang percaya akan dapat lebih memahami proses pendewasaan yang Tuhan berikan.
Bangsa Israel perlu melewati padang gurun terlebih dahulu sebelum mendapatkan tanah perjanjian. Sadrakh, Mesakh dan Abednego perlu berada di dalam api sebelum dinaikan status sosialnya. Daniel juga perlu berada di dalam gua singa sebelum dinaikan derajatnya. Bahkan Tuhan Yesus dicobai oleh iblis untuk membuktikan kesucian-Nya. Contoh – contoh tersebut memberikan sebuah gambaran bahwa manusia perlu melewati setiap proses untuk dapat mendapatkan hasil akhir yang maksimal. Manusia perlu memiliki semangat serta gairah positif dalam melakoni proses yang saat ini sedang terjadi. Gairah positif ini akan sangat membantu manusia untuk melewati setiap proses dengan baik. Hal ini tentu menjadi sebuah kebalikan di mana manusia yang cenderung memiliki gairah negatif akan lebih susah melewati setiap proses yang ada. Dan hal tersebut sudah dicontohkan oleh beberapa orang dari bangsa Israel yang bersungut – sungut ketika Tuhan membawa mereka ke padang gurun. Mereka yang bersungut – sungut akhirnya mati dan tidak dapat menikmati keindahan tanah perjanjian yang telah Tuhan janjikan.
Bukankah kita ingin mengalami sesuatu yang baik dalam kehidupan kita ini? Jika ya, maka kita perlu berproses dalam Tuhan dan terus bergantung penuh kepada-Nya. Lewatilah setiap proses bersama Tuhan dengan energi positif yang akan membuat kita bisa bersyukur pada situasi apapun dan akan membuat kita menjadi umat yang dewasa.
Tuhan Yesus memberkati
(YG010524)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan para korban gempa bumi yang terjadi di daerah Garut dan sekitarnya beberapa hari yang lalu, segera mendapat pertolongan bantuan dari pemerintah Daerah guna meringankan beban penderitaan masyarakat yang mengalami musibah;
- Doakan GBIK melalui Panitia Tolong menolong dapat melayani dan membantu jemaat yang sedang perlu pertolongan dan dapat memberi solusi untuk meringankan jemaat GBIK.
- Doakan Jemaat yang sedang mengalami pergumulan hidupnya tentang kesehatan, ekonomi, dan keluarganya untuk tetap berharap berserah pada Tuhan dan mendapat hikmat bisa terselesaikan dengan baik dan benar.
Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Halmahera

- Doakan keperluan gereja untuk ruangan dan peralatan Multi Media (laptop dan mixer audio) dan alat musik tambahan (keyboard dan gitar)
- Doakan proses pembelian bahan-bahan / material bangunan (tahun ini pembelian batu, 1 keluarga 1 truk batu) untuk rencana renovasi gedung gereja dan pastori (jangka panjang)
- Doakan Pengurusan surat tanah gereja, rencana balik nama dan pengukuran ulang tanah gereja dapat berjalan dengan lancar.
