“Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.”(1 Tim. 5:1-2)
Menjadi pemimpin bukanlah tugas yang mudah. Banyak orang yang menjalankan kepemimpinan dengan berbagai tipe: ada yang otoriter, karismatik, militeristik, demokratis, dll. Apapun tipenya setiap pemimpin pasti mempunyai alasan masing-masing untuk menggunakannya. Lantas bagaimana seorang percaya dalam kepemimpinannya? Bagaimana jika seorang pemimpin menegur anggotanya? Hal apa yang Firman Tuhan ajarkan tentang adab dalam menegur?
Paulus mengirim surat kepada Timotius yang adalah gembala jemaat (pemimpin) di Efesus terutama tentang hal-hal dalam penggembalaan dan gerejawi. Salah satu hal yang dibahas adalah cara menegur yang beradab. Paulus mengingatkan Timotius untuk menegur dengan beradab sesuai dengan masing-masing segmen usia dan cara tepat memperlakukannya (1 Timotius 5:1-2):
- Terhadap orang yang lebih tua: janganlah keras dan menegur dia seperti kepada
- Terhadap orang-orang muda: menegurnya seperti kepada saudaramu,
- Terhadap perempuan-perempuan tua: menegur seperti kepada ibu
- Terhadap perempuan-perempuan muda: menegur seperti kepada adik.
Paulus menekankan juga bahwa diperlukan kemurnian dalam menegur.
Hati yang tidak berpura-pura dalam menegur sangatlah penting, ini menjadikan setiap orang percaya ada dalam hubungan persaudaraan yang tepat. Menegur seperti yang disarankan oleh Paulus harus dilakukan dengan hati yang murni bukan karena terpaksa, karena ketika menegur bukan karena hati yang murni akan terlihat kepuraan-puraannya dan membuat tidak nyaman.
Hiduplah sebagai orang percaya yang memiliki cara beradab dalam menegur dan menyesuaikan dengan siapa ketika berbicara. Hal ini agar ketika menegur orang lain tidak mudah tersinggung. Bayangkan ketika melakukan hal sebaliknya dari yang disarankan Paulus, contohnya kepada orang yang lebih tua menegurnya dengan marah-marah maka akan membuat orang itu merasa tidak dihargai dan justru malah lebih marah. Akhirnya orang yang ditegur juga tidak mau berubah.
Pembaca SRHI, bagaimana adab saudara selama ini dalam menegur orang lain, terutama dalam gereja? Mari belajar seperti yang diajarkan Paulus, belajar untuk memperlakukan seseorang sesuai dengan umurnya. Saudara harus bisa memberikan teguran secara beradab dan memberikan respons yang tepat. Respons yang tepat dan perlakukan yang tepat akan membawa pada perubahan yang tepat bagi orang saudara tegur. Tuhan Yesus memberkati.
(FRD30042024)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Indonesia dalam menyelenggarakan program kesehatan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat Indonesia;
- Doakan GBIK menjadi berkat bagi Masyarakat Bangsa Negara dapat memberitakan Injil ke seluruh Nusantara sehinga banyak jiwa-jiwa baru yg dimenangkan oleh Kasih Kristus.
- Doakan Jemaat yang sedang mengalami kelemahan rohani dan jasmani Tuhan memberikan kekuatan dan mampu untuk mendapatkan kemenangan demi kemenangan untuk menjalani hidup seturut kehendakNya.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat

- Mengucap syukur kegiatan gereja berlangsung dengan baik
- Doakan rencana mengunjungi jemaat yang tidak aktif dan keluarga agar bisa mendorong dan membawa anggota keluarga yang tidak aktif agar bisa aktif kembali
- Mengucap syukur pembuatan pagar pastori sudah terlaksana.
