“ 1:26-35 : Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai , Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. ” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus 2 akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang MahatinggI akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah / 2:25-35 : Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: ”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: ”Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri –, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”.(Lukas 1:26-35; 2:25-35)
Berjumpa dengan malaikat Tuhan adalah suatu hal yang sangat istimewa apalagi perjumpaannya itu bukan terjadi karena sambil lalu melainkan sengaja ditemui oleh malaikat secara khusus (pribadi). Dan tentunya orang yang dijumpai malaikat Tuhan itu adalah pribadi yang berkenan di hadapan Allah. Dalam Injil Lukas 1:26-38 ada sebuah kisah yang sangat menarik dan istimewa untuk kita perhatikan. Dia adalah seorang Maria dari desa Nazaret, dari keluarga sederhana, dan seorang wanita tetapi mendapat pengalaman hidup yang istimewa, yaitu mendapat kemurahan dan kasih karunia Allah oleh karena ia dijumpai malaikat Tuhan secara pribadi dan ada pesan Ilahi secara khusus. Lalu di mana letak istimewanya sehingga itu disebut kasih karunia Allah?
Jawabannya sangatlah jelas, Pertama: Maria adalah satu dari sekian banyak wanita yang ada pada waktu itu yang dapat berjumpa dengan malaikat Tuhan (ay. 28), karena berjumpa dengan malaikat Tuhan bukanlah hal yang biasa dialami oleh seorang Yahudi apalagi seorang wanita. Kedua: Perjumpaannya dengan malaikat Tuhan adalah dengan tujuan yang khusus yaitu untuk mengandung bayi Tuhan demi keselamatan manusia di bumi (ay. 30-33) padahal ia seorang yang masih perawan. yang sudah bertunangan dengan Yusuf (ay. 27).
Dari peristiwa tersebut di atas ini menunjukkan suatu keajaiban dan kebahagiaan yang luar biasa bagi Maria karena hanya dia yang mendapat kasih karunia Allah untuk berjumpa dengan malaikat Tuhan, terlebih telah menjadi pilihan Allah untuk mengandung bayi Sang Kristus Juru Selamat yang dinanti-nantikan bangsa Yahudi sejak jaman para nabi. Namun demikian, ada resiko yang sangat besar yang harus ia alami karena perintah Tuhan itu (ay. 34), antara lain ia akan menanggung ejekan dari ia akan disebut wanita tidak baik (berzinah), anaknya (Yesus) akan jadi bahan hinaan, bahkan kehadiran Yesus menjadikan kehidupan Maria penuh dengan kesedihan seperti yang telah dinubuatkan oleh Simeon (Luk. 2:34-35). Tetapi apapun resiko yang akan terjadi, Maria tetap patuh menerima perintah Tuhan itu (ay. 38b) dan ia siap mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan karena Maria menyadari bahwa ia hamba Tuhan (ay. 38a), Maria sadar bahwa sebagai hamba Tuhan yang bukan hanya taat pada perintah-Nya, melainkan juga harus setia sampai akhir sesuai dengan komitmennya (ay. 38b), Maria sadar bahwa ia seorang berdosa. dan memerlukan Juru Selamat (ay. 47) sehingga Maria mau mempersembahkan untuk Tuhan dengan cara mau menerima perintah Tuhan untuk mengandung-Nya (ay. 30-33). Sungguh Maria dalam hal ini layak disebut wanita yang tegar.
Dari kisah Maria di atas, maka dengan ini kita menjadi sadar bahwa mempersembahkan hidup kita bagi Tuhan tidaklah mudah, tetapi tetap harus kita lakukan karena itu adalah bentuk pengabdian dan tanggungjawab kita sebagai orang sudah ditebus-Nya. Selamat menikmati Minggu Advent kedua. Tuhan Yesus. memberkati, Amin.
