“Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah. Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.”
(Kejadian 19:24-26)
Ada sekitar 20 proverb / peribahasa dalam bahasa Inggris yang dimulai dengan kata-kata: “Don’t look back because . . .” ( jangan melihat ke belakang karena . . .). Dari sekian banyak peribahasa itu itu, penulis mencantumkan lima saja. “Don’t look back because you’re not the same person” (“Jangan melihat ke belakang karena kamu bukan orang yang sama”). “Don’t look back because life is too short” (“Jangan melihat ke belakang karena hidup ini terlalu singkat”). “Don’t look back because you’ll repeat old patterns” ( “Jangan melihat ke belakang karena kamu akan mengulangi yang pola lama”). “Don’t look back because your future is waiting” .(“Jangan melihat ke belakang karena masa depanmu sudah menunggu”). “Don’t look back with regret, look forward with hope.” (Jangan melihat ke belakang dengan penyesalan, tetapi lihatlah ke depan dengan pengharapan.) Tetapi tidak ada peribahasa seperti ini:. “Don’t look back because you can be turn into salt. (Jangan melihat ke belakang karena engkau akan menjadi tiang garam). Kata-kata itu hanya ada di dalam Alkitab. Kata-kata itu berbicara tentang istri Lot, karena ketika ia lari keluar dari kota Sodom yang sedang dihancurkan oleh Tuhan, ia menoleh ke belakang lalu menjadi tiang garam. (Kejadian 19:26)
Kita tidak tahu mengapa namanya tidak disebutkan secara jelas dalam Alkitab kecuali dicatat dengan “Isteri Lot” saja. Nama ini hanya dua kali muncul dalam Alkitab yaitu Kejadian 19:26 dan Injil Lukas 17:32, yaitu ketika Tuhan Yesus menyebut nama itu sebagai peringatan kepada para pendengar khotbah-Nya. Khotbah tersebut disampaikan oleh Tuhan Yesus setelah Dia menyembuhkan 10 orang yang kena penyakit kusta tetapi hanya 1 orang saja yang kembali, tersungkur di kaki Yesus mengucap syukur. Orang itu adalah seorang Samaria. Tuhan Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” (Lukas 17:17-18). Ketika orang-orang Farisi melihat peristiwa itu dan mendengar perkataan Tuhan Yesus itu, mereka bertanya: “kapan Kerajaan Allah akan datang” Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. (Lukas 17:26-33)
Apa kesalahan istri Lot sehingga ia menjadi tiang garam ketika ia melihat ke belakang waktu Tuhan menghukum kota Sodom? Kita mengetahui bahwa kota Sodom dihukum oleh Tuhan karena dosa-dosa mereka yang sangat luar biasa. Tidak ada 10 orang yang benar di kota itu. Walaupun Abraham telah memanjatkan doa syafaat bagi kota itu dan dalam doanya ia menegosiasi agar Tuhan tidak menghukum negeri itu karena ada 50 orang benar yang di dalamnya. Malaikat Tuhan berkata Tuhan tidak akan menghukum negeri itu kalau ada 50 orang benar. Tawar menawar itu terjadi sampai pada angka 10 dan ternyata Malaikat Tuhan berkata: “ Tuhan tidak akan menghukum negeri itu karena 10 orang benar itu”.
Mari perhatikan tindakan Lot dan istrinya ketika Tuhan akan membinasakan Sodom. Dalam Kejadian 19:15-16 tertulis: “Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.” Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana”. Rupanya Lot dan keluarganya agak berberat hati meninggalkan kota Sodom. Mereka punya banyak harta. Lot sendiri yang memilih daerah Sodom .(Kej 13:10) “Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. — Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. — . Jadi ketika Allah membinasakan kota itu, istri Lot sambil berlari, ia menoleh ke belakang . Hatinya masih terikat kepada kota Sodom dan perkara-perkara duniawi.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Tuhan Yesus menasihati kita: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”(Lukas 9:62). Jadi mari mengikut Yesus dengan mata hati dan iman tetap tertuju kepada Tuhan Yesus dan firman-Nya.
(JET21072023)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk Sekolah Kristen di Indonesia supaya dapat meningkatkan mutu pendidikannya dan dapat menjadi saksi Kristus;
- Berdoa untuk panitia bangunan supaya diberikan hikmat dalam tugasnya untuk pemeliharaan dan perbaikan gedung gereja dan mempersiapkan renovasi atap gereja;
- Berdoa untuk jemaat yang sudah sepuh supaya diberikan kesehatan, kekuatan, kebahagiaan serta sukacita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Pokok Doa Cabang PINTU GERBANG SURGA, Semangus, Suku Anak Dalam
- Puji Tuhan, acara Sekolah Injil Liburan sudah berjalan baik pada hari Sabtu 8 Juli 2023. Target 25 anak, yang hadir melebihi target: 27 anak termasuk 4 yang bukan Kristen;
- Doakan untuk Penambahan guru Sekolah Minggu;
- Doakan para guru dalam mempersiapkan Bahan SM.
