“”24 Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama TUHAN, Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah! Seluruh rakyat menyahut, katanya : baiklah demikian. 38 Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya”
(1 Raja-Raja 18:24, 38)
1 Raja-Raja 18:20-46 merupakan kisah nabi Elia melawan 450 nabi ba’al yang menjadi kepercayaan raja Ahab, kisah ini merupakan bentuk pembuktian antara kuasa Allah melawan kuasa gelap yang ada didunia. Kisah ini didasari oleh karena Israel yang dipimpin Ahab telah berpaling dari Allah dan mengikuti ba’al.
Dalam nats tersebut Elia menyuruh rakyat untuk memilih dua ekor lembu (1 Raj.18:23) yang nantinya akan menjadi sarana pembuktian antara kuasa Allah dan ba’al. Para nabi ba’al yang berjumlah 450 itu diberikan kesempatan pertama untuk memilih lembu dan mempersembahkan kepada ba’al dengan tujuan agar ba’al menjawab dengan membakar korban tersebut dengan api (1 Raj.18:25). Para nabi ba’al melakukan ritual-ritualnya selama setengah hari lebih (1 Raj.18:26) dan tidak mendapatkan jawaban dari ba’al (1 Raj.18:27-29). Setelah kesempatan para nabi ba’al untuk membuktikan telah habis, kini giliran nabi Elia untuk membuktikannya. Elia membangun kembali mezbah Allah yang telah runtuh tersebut (1 Raj.18:30-32), mempersiapkan korban bakaran lembu (1 Raj.18:33) dan malah menyuruh rakyat untuk mengumpulkan empat buyung sebanyak tiga kali dan menyiramkannya kepada korban bakaran beserta kayu dan mezbah (1 Raj.18:34-35). Hal ini merupakan hal aneh dan tidak masuk akal karena api tidak akan menyala jika kayu yang disediakan basah, namun inilah pembuktian yang berkelas dari Allah dimana sesuatu yang tidak masuk akal akan menjadi masuk akal jika Allah berada dipihak orang percaya.
Akhirnya setelah semuanya siap, Elia berseru kepada TUHAN Allah (1 Raj.18:36-37) dan TUHAN Allah menjawab seruan Elia dengan api yang menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah sampai air yang mengelilingi mezbah itu (1 Raj.18:38-39). Jawaban dari TUHAN Allah tersebut membuktikan bahwa sesembahan Elia adalah sesembahan yang benar dan satu-satunya! Jawaban tersebut memberi arti bahwa Allah mendengar seruan orang percaya, menjawab seruan orang percaya, hadir bagi orang percaya dan menembus batas kemustahilan orang percaya.
Allah yang Elia sembah adalah Allah yang sama yang kita sembah, Allah yang membuktikan diriNya bagi Elia juga akan membuktikan diriNya bagi kita yang percaya! Allah yang mendengar seruan Elia akan juga mendengar seruan kita, Allah yang menjawab seruan Elia akan juga menjawab seruan kita! Dan Allah yang menembus batas kemustahilan bagi Elia akan juga berlaku sama bagi kita yang percaya. Namun hal itu hanya akan berlaku jika kita setia dan tidak mendua.
Pesan penting dalam kisah ini adalah bahwa orang percaya tidak boleh menaruh hati pada ba’al dan mengikutinya, karena itu adalah kesia-siaan belaka dan membawa celaka. Lantas apa ba’al yang ada disekitar kita? mereka adalah dukun, peramal, penerawang, ahli nujum dsb yang notabene bersekutu dengan Lucifer sebagai pemilik kegelapan. Mereka tidak boleh ada dihati kita untuk kita percayai karena itu adalah tindakan selingkuh dari Allah dan menjadikan Allah murka. Sebaliknya orang percaya harus menaruh percaya dengan sungguh kepada Allah karena Allah yang memiliki dan berkuasa atas alam semesta dan segala isinya.
Tuhan Yesus memberkati
(YG12072023)
Pokok Doa GBIK:
- Mendoakan Asisten Gembala Sidang dan keluarga, Pendeta Emeritus dan keluarga, diakon-diakon dan keluarga dalam pelayanannya serta diberikan Kesehatan;
- Doakan kegiatan KPW – KPW yang ada di GBIK dapat berjalan baik, menjadikan tempat belajar Firman Tuhan dan dapat menjalin kebersamaan antar anggota serta bertumbuh dalam Iman;
- Doakan kinerja penegak hukum dalam mencengah dan mengatasi kasus-kasus yang ada di Indonesia.
Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat
- Doakan Pelayanan dan Kesehatan Pendeta Timbul Purnomo dan keluarga;
- Doakan untuk Kegiatan remaja agar terus aktif;
- Mengucap syukur untuk Kegiatan gereja dapat terus terlaksana.
