“Kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”
(Roma 5:3-4)
Memang kadang kita hidup harus menghadapi segala situasi baik senang maupun susah. Kesulitan yang dirasakan dapat ditanggung setiap orang berbeda beda. Pada usia anak anak dan dewasa bahkan sudah berkeluarga mempunyai masalah masalah dan solusi tersendiri.
Saya teringat pada usia muda mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh. Orang tua kami dengan kasih membawa saya ke dokter. Karena tidak kunjung sembuh saya dibawa ke dokter lain demikian beberapa dokter dicoba. Ketika harus disuntik atau minum obat yang pahit merupakan hal yang berat untuk dirasakan, tetapi ini harus dilakukan bila ingin sembuh. Satu per satu tantangan itu berhasil dilalui, bersama orangtua kami yang menghibur dan dengan iman yang bergantung penuh pada Allah.
Kami melihat bagaimana tantangan-tantangan itu membuat semakin tahan banting. Demikian kita sebagai orang yang dipilih Tuhan hendaknya bersyukur dan mempunyai iman pengertian yang dimenangkan dan hidup di dalam Tuhan Yesus. Orang-orang sering diubahkan oleh pencobaan dan penderitaan yang dialaminya. Dan Ada orang lain juga berpendapat bahwa bila hidup dalam pencobaan maka tidak diberkati oleh Tuhan. Namun, Rasul Paulus berpendapat beda dan melangkah lebih jauh dengan meminta kita agar “bermegah juga dalam kesengsaraan kita karena melalui kesengsaraan akan memperoleh Ketekunan dan ketekunan akan menimbulkan tahan uji; dan tahan uji kemudian menghasilkan pengharapan (Rm. 5:3-4).
Paulus tentu sangat mengenal apa itu pencobaan, ia bukan hanya pernah mengalami kapal karam tetapi juga dipenjara karena imannya dan dalam pelayanan dia menghidupi diri dengan bekerja sebagai tukang tenda. Meski demikian, ia menulis kepada jemaat di Roma bahwa “pengharapan tidak akan mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus” (RM 3: 5). Sang rasul menyadari bahwa Roh Allah membuat pengharapan kita di dalam Yesus tetap hidup ketika kita percaya kepada-Nya.
Apa pun kesulitan yang kita hadapi, ketahuilah bahwa Allah akan mencurahkan rahmat dan belas kasihan-Nya kepada kita. Dia mengasihi kita dan setia tidak meninggalkan umat Nya. Maka kita senantiasa mohon pertolongan Tuhan untuk setia berpegang pada janji janji Nya bahkan di tengah tengah kesulitan yang kita hadapi. Kristus telah mati untuk kita dan pengharapan tidak akan mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Tuhan Yesus memberkati Amin
(MS01072023)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Indonesia dalam hal ini TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta dapat bekerja sama dengan baik sehingga hasilnya bisa di rasakan oleh masyarakat Indonesia;
- Doakan GBIK dalam hal ini : Asisten Gembala Sidang, Diakon, Pan Perancang, Kepala Kantor, Sekertaris, Koster, Satpam, Cleaning Services diberi kesehatan kekuatan dan hikmat Tuhan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan dapat bekerja sama dengan penuh sukacita;
- Doakan Jemaat GBIK ada kesatuan hati dengan tulus ikhlas penuh dan sukacita dalam mengabdikan diri melalui Ibadah dan Persekutuan, saling melengkapi dan menguatkan Iman keyakinannya.
Pokok Doa BPW SUMUR BANDUNG, Lampung Timur
- Doakan pelayanan dan Kesehatan hamba Tuhan yang melayani di BPW Sumur Bandung, Lampung Timur, Pdt Julius Eko;
- Doakan rencana untuk rehab tempat Ibadah, supaya lebih luas. Saat ini sedang menyusun RAB (Rencana Anggaran dan Belanja);
- Doakan jemaat yang sedang ikut dalam Kelas Baptisan : Sdr. Farell.
