“Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu”
(KELUARAN 34:9)
Kita pasti memiliki sesuatu hal yang sangat berharga dalam hidup kita. Ketika hal yang sangat berharga tersebut diambil oleh orang lain tanpa seijin kita, pastilah kita akan sangat marah, sedih dan tidak senang. Kita pasti akan melakukan apapun untuk dapat mengambil kembali milik kita yang berharga tersebut.
Demikian juga Allah, manusia adalah ciptaan-Nya yang sangat berharga di mata-Nya. Allah menciptakan dan membentuknya sendiri dari debu tanah dan menghembuskan nafas ke dalamnya (Kejadian 2:7). Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Kejadian 1:26). Milik-Nya yang sangat berharga. Namun, Iblis sudah mencurinya dari Allah. Dengan segala tipu muslihatnya, Iblis menggoda manusia untuk melakukan apa yang Allah larang untuk lakukan. Manusia terhilang dan jauh dari Allah, Sang Pemilik.
Apakah kita sadar, bahwa kita sebenarnya adalah milik Allah yang berharga di mata-Nya? Atau justru kita merasa dan menganggap diri kita adalah milik Iblis, yang terikat oleh kuasa dosa?
Sejak pertama kali manusia jatuh dalam dosa dan terikat oleh belenggu Iblis, Allah sudah merancangkan satu visi untuk mengambil kembali milik-Nya yang berharga itu. Rencana besar yang Allah lakukan dengan mengorbankan Anak-Nya yang tunggal supaya kita manusia kembali menjadi milik-Nya. Allah hanya perlu respon dari kita, untuk menerima usaha yang Allah sudah lakukan bagi kita.
Musa sadar benar, dirinya dan bangsa Israel adalah milik pusaka Allah. Maka ketika Allah datang menghampiri mereka dalam kemuliaan-Nya, ia sujud menyembah dan menyatakan satu pengakuan yang benar di hadapan Allah. Dalam nas kita hari ini, Musa berkata:
“Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu.”
Musa mengakui segala kelemahan dan dosanya serta bangsanya di hadapan Allah. Musa memohon pengampunan dari Allah dan memohon supaya Allah mengambil kembali mereka menjadi milik kepunyaan-Nya.
Dalam bahasa Indonesia sehari-hari dikatakan :
“ampunilah kejahatan dan dosa kami dan terimalah kami sebagai umat-Mu sendiri.”
Mari, ikut teladan Musa, akuilah segala dosa dan pelanggaran kita selama ini di hadapan Tuhan. Mari kembali datang kepada-Nya menyerahkan hidup kita menjadi milik kepunyaan-Nya kembali. Karena Allah sudah sedemikian rupa mengusahakan agar kita dapat kembali menjadi milik-Nya. Mari meresponinya dengan sikap yang benar di hadapan Allah, dan kembali menjadi milik kepunyaan-Nya yang berharga, yang serupa dan segambar dengan-nya dan jadilah kemuliaan bagi Allah melalui setiap kehidupan kita.
Amin, Tuhan Yesus memberkati
(NAK26062023)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam memberantas Korupsi aparat yang berwenang Polri, Jaksa, Hakim dapat bekerja sama melaksanakan tugas dengan baik serta dapat menegakan keadilan di Indonesia;
- Doakan GBIK dalam mempersiapkan SIL baik guru dan petugas dapat bekerja sama serta diberikan kesehatan dan hikmat dari Tuhan sehingga menjadi berkat untuk para pesertanya;
- Doakan Jemaat dalam menikmati masa-masa liburan tetap dalam perlindungan Tuhan.
Pokok Doa GBIK TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Bersyukur kegiatan gereja di bulan Mei berjalan dengan baik;
- Mengucap syukur Pelaksanaan KPW berjalan dengan baik;
- Doakan jemaat yang sakit ibu Martina Sinadia supaya bisa cepat pulih.

SHALOM SEMUA
DOA DOA KAMI BERSEHATI :
Sepakat Amin ✌victory over the darkness❤proteksi iman pewaris negri