“Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”
(Kisah Para Rasul 2:41-42)
Pada akhir-akhir ini ada banyak gereja yang mengalami kemunduran. Banyak usaha dilakukan gereja untuk menarik orang hadir kembali dalam kegiatan gereja mereka. Ada bermacam-macam kegiatan dilakukan untuk mengundang orang hadir di gereja mereka.
Ada seorang pendeta diundang untuk memimpin satu gereja kecil yang sudah hampir tutup karena jemaatnya hampir kosong. Pendeta itu mengalami kesulitan untuk menghidupkan kembali gereja itu. Sang Pendeta mencoba semua yang dia bisa lakukan untuk menghidupkan kembali jemaat itu. Untuk meningkatkan dan membuat anggota gerejanya aktif kembali dia mencoba mendekati anggota gereja yang sudah lama undur dan meminta mereka kembali aktif. Tetapi anggota gereja tidak merespon dengan baik. Pendeta itu terus mencoba, mencoba dan mencoba lagi, tetapi tetap tidak memberi hasil.
Belakangan, sebagai upaya terakhir yang Pendeta itu lakukan adalah ia mengumumkan baik kepada jemaatnya, maupun memuat di surat kabar lokal bahwa secara resmi gereja itu telah mati. Pendeta itu mengundang seluruh anggota jemaat untuk mengadakan ibadah pemakaman pada Minggu terakhir bulan itu dalam ibadah malam. Pada ibadah pemakaman gereja itu, tidak terpikirkan bahwa jemaat yang hadir banyak sekali, gedung gereja penuh sesak dijejali jemaat yang hadir. Belum pernah sebanyak itu anggota gereja yang hadir dalam kebaktian. Tidak ada tempat duduk yang kosong, bahkan banyak yang harus berdiri. Bahkan di halaman gereja, orang harus berjinjit melihat melalui jendela untuk mendengar khotbah.
Di depan mimbar diletakkan satu peti mati dan di atasnya ada karangan bunga berbentuk salib. Kemudian Pendeta berkhotbah menceritakan sejarah gereja itu, dan sekarang gereja ini sudah mati / sudah berakhir. Sekarang marilah kita menguburkan gereja ini. Setelah Pendeta itu selesai berkhotbah, dia mengundang semua yang hadir untuk datang mengelilingi peti mati itu dan memberikan pernghormatan terakhir kepada gereja mereka yang telah meninggal. Pendeta itu berkata, ketika Saudara melihat kedalam peti jenasah ini, Saudara akan melihat apa yang menyebabkan kematian gereja ini. Ketika jemaat berdiri dan berbaris satu persatu mengelilingi peti mati itu, dan melihat ke dalam peti itu, mereka semuanya menjadi malu, karena dalam peti mati itu terdapat sebuah cermin. Ketika mereka melihat ke dalam peti itu, mereka melihat diri mereka. Mereka menjadi sadar bahwa yang membuat gereja itu mati ialah karena mereka “sudah mati”. Mereka sudah lama tidak aktif di gereja mereka. Akhirnya mereka bersepakat untuk kembali aktif dan setia kepada Tuhan dan gereja mereka.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, dalam Kisah Para Rasul 2:41-47 kita membaca keadaan gereja yang mula-mula. Pada hari Pentakosta ada 3000 orang bertobat dan dibaptiskan. Luar biasa. Tetapi hal yang lebih istimewa lagi, firman Tuhan menyatakan bahwa: “Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan”. (Kisah Para Rasul 2:47). Apa yang membuat tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan?
Ada beberapa hal yang dilakukan oleh orang Kristen yang mula-mula ini. Firman Tuhan menyatakan bahwa:
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Mereka setia belajar firman Tuhan. Mereka setia dalam persekutuan (berbakti) . Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti – melakukan upacara yang diperintahkan Tuhan Yesus dan mereka selalu setia berdoa. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, Mereka terus memuji Tuhan yang terus memimpin mereka. Ada kasih yang mempersatukan gereja itu.
Perhatikan bahwa dalam Kisah Para Rasul 2:42-47 ini berkali-kali terdapat kata “mereka”. Yang dapat kita pelajari dari gereja yang mula-mula tersebut ialah: Gereja akan bertumbuh, sangat tergantung dari seberapa setia jemaat kepada Tuhan yang dinyatakan melalui kesetiaan mereka kepada gereja-Nya. Sebaliknya gereja akan mati apabila jemaat tidak setia kepada Tuhan yang dinyatakan melalui ketidak setiaan mereka kepada gereja-Nya. Kebangunan rohani tidak datang dari luar. Kebangunan rohani terjadi kalau anggota gereja mau setia kepada Tuhan.
(JET10062923)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Persekutuan Naomi hari ini , banyak anggota yang hadir dan saling menguatkan;
- Doakan pelaksanaan Ibadah hari minggu besok ,serta kelas-kelas SM dan Ibadah Anak;
- Doakan hikmat Tuhan bagi para guru dan Petugas SM untuk mengajar serta doakan para murid SM diberi hati haus dan lapar akan Firman Tuhan.
Pokok Doa GBIK TPW Pengharapan, Birinoa, Halmahera Utara
- Doakan untuk pelayana dan kesehatan Pdm. Patty Defretes dan keluarga;
- Doakan jemaat tetap semangat dan setia dalam melayani;
- Doakan untuk jemaat yang sedang sakit, supaya cepat dipulihkan.
