“Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: ‘Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku kamu benar benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.’“
(Yoh.8:31-32)
Ada beberapa stigma yang menghiasi kehidupan manusia, salah satunya adalah stigma yang berkembang dimasyarakat dan stigma yang terdapat didalam Kitab Suci. Stigma-stigma tersebut mempengaruhi kehidupan manusia dari cara berpakaian, berperilaku sampai pola pikir manusia. Lantas apa yang harus dilakukan oleh orang percaya untuk menyikapi hal-hal tersebut untuk kehidupannya sehingga menyenangkan Sang Pencipta?
Dalam nats tersebut Tuhan Yesus memberikan sebuah kalimat yang sangat menohok yaitu ‘Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku’. Sebuah kalimat yang memberi penegasan bahwa ada murid yang bukan murid atau lebih gampangnya ada murid yang tidak taat. Ketidaktaatan tersebut terjadi karena murid tidak mengerti firman dan melakukannya. Murid-murid yang demikian cenderung hidup bagi dirinya sendiri dan hidup berdasarkan apa yang menurutnya baik sehingga mengesampingkan kemauan Allah. Kehidupan murid yang demikian cenderung dipengaruhi oleh stigma yang berkembang dimasyarakat yang bertentangan dengan Kitab Suci, seperti berbohong untuk kebaikan, mentertawakan mereka yang sedang kesusahan dan lain sebagainya. Stigma yang salah tersebut akan mempengaruhi pola pikir kita dan membawa kita hidup tidak sejalan dengan Allah. Dan ketika kita hidup tidak sejalan dengan Allah maka kita adalah murid yang bukan murid.
Sebaliknya, orang percaya harus memegang teguh Kitab Suci sebagai landasan hidup sehingga hidup orang percaya dapat menjadi garam dan terang bagi dunia. Stigma-stigma yang berkembang dimasyarakat tidak sepenuhnya salah, bahkan banyak stigma yang berkembang dimasyarakat yang membawa kehidupan kita untuk beretika, bermoral, berbudi pekerti, memanusiakan manusia dan hal-hal baik lainnya. Stigma-stigma masyarakat yang mengandung unsur norma dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci juga dapat menjadi pegangan hidup orang percaya, namun dengan catatan harus tetap cross check dengan Alkitab.
Menuruti firman dan berpegang teguh padanya menjadikan kita seorang murid yang benar-benar murid, dan murid yang benar-benar murid pasti disorot oleh Sang Guru Agung. Kehidupan murid yang benar-benar murid pastinya akan dengan senang hati melakukan firman dan membagikannya bagi dunia. Jika kita dapat menjadi murid yang benar-benar murid maka kehidupan kita akan aman karena kita mentaati firman dan berkat akan semakin mendekat (Ams.10:6). Senangkan Tuhan dengan menuruti firman, peganglah firman sebagai landasan kehidupan dan jadilah murid yang benar-benar murid untuk Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
(YG07062023)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan pelayanan GGBI, YBI, YRBI serta dalam jajaran BPN dan BPD , selalu untuk perluas kerajaan Sorga;
- Doakan pelaksanaan Ibadah Doa Rabu malam ini;
- Doakan generasi muda NKRI ,untuk takut Tuhan dan mengasihi Tuhan dan sesama.
Pokok Doa GBIK Cabang LYMAN MUNSON, Sibolga, Sumatera Utara
- Doakan Pelayanan dan Kesehatan Pdt Daniel Hutagol beserta keluarga;
- Doakan persiapan untuk pengorganisasian yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2023;
- Doakan Pergumulan untuk pengadaan alat musik gereja.
