“Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.””
(Yesaya 6: 7)
Sebagai umat manusia yang tidak sempurna dan memiliki potensi untuk berbuat salah dan dosa, yang terkadang disadari tetapi terkadang juga tidak disadarinya. Kesadaran telah berbuat dosa adalah langkah awal untuk memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa adanya kesadaran diri telah berbuat dosa, seseorang akan terus melakukannya dan menikmati perbuatan dosa itu tanpa ada rasa sungkan apalagi rasa bersalah.
Bagi orang yang merasa bersalah telah melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah, kemungkinannya ia terus melakukan pertobatan dan berjanji tidak mengulang lagi. Namun terkadang masih ada keraguan, apakah Allah sungguh-sungguh mengampuni dosa dan kesalahannya? Ingatlah firman Tuhan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yoh. 1: 9).
Ayat nats hari ini merupakan pengalaman nyata seorang nabi Yesaya ketika Allah menghampirinya dengan menyatakan kuasa-Nya. Ketika Yesaya mendapat penglihatan dari Allah, di mana Allah duduk di atas tahta-Nya dikelilingi oleh malaikat (para Serafim) dengan penuh kemuliaan, Yesaya merasa dirinya celaka karena tahu bahwa dirinya najis bibir dan tinggal ditengah-tengah bangsa yang najis bibir (Yes. 6:1, 2, 5). Dalam kondisi seperti itu Allah mengambil tindakan cepat dengan menghapus kesalahannya dan mengampuni dosa-dosanya (Yes. 6: 6,7).
Allah kita adalah Allah Sang Pengampun Sejati, Dia tidak lagi mengingat-ingat dosa orang yang telah diampuni dosanya, “Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.” (Mi. 7: 19). Daud yang merasakan pengampunan Allah yang sejati menuliskan, “Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.” (Mzm. 103: 12).
Pembaca SRHI yang telah diampuni dosa-dosanya oleh Sang Pengampun Sejati, sebesar apapun dosa kita di hadapan Allah, jika kita dengan sungguh-sungguh mohon ampun kepada-Nya, Ia akan mengampuni kita dengan sungguh-sungguh pula. Dengan demikian jangan pernah lagi berpikir tentang dosa dan salah kita masa lalu yang telah diampuni-Nya. Hidup berfokus pada hari ini dan masa depan, Ia akan menjaga dan memperhatikan hidup kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI13032023)
Pokok Doa:
- Bersyukur untuk pekan baru di jalani;
- Doakan murid-murid SM yang ujian di tingkat akhir SD , SMP dan SMA , diberi kepandaian dan kesehatan;
- Doakan hikmat TUHAN bagi pemerintah RI dalam mengelola keuangan negara.
Pokok Doa BPW SUMUR BANDUNG, Lampung Timur
- Berdoa untuk rencana Seminar Doktrinnal dan Pelatihan Memimpin Pujian dan Musik;
- Berdoa untuk kebutuhan Gedung Gereja;
- Berdoa untuk para simpatisan Gereja dalam pertumbuhan iman mereka : B. Natalia, Sdr. Eldrid, Sdri. Bunga Kenza, Sdr. Farel;
- Mendoakan untuk jemaat yang sakit Ibu Kasiani, Pak Pungli.

Bapa Sorgawi
FirmanMu Ya dan Amin, Mat 24 Pembinasa Keji berupaya kasih d bumi jadi dingin, Injil betul, ada mahkamah liar, orang diserahkan utk disiksa (persecuted Christian d Bumi ini) tapi Roh Kudus roh penolong bantu kami doa (Rom 8:26) kami umatMu yg sungguh sungguh Kristen di mataMu sungguh sungguh berupaya hasilkan Buah Roh *Kasih Karunia* FirmanMu digenapi terasa hadirnya Pembinasa Keji tetapi buah Roh Kasih tambahkan fokus ke SalibMu. Sejati Pengampunan Dosa yg Kau beri diantara Ke KEJI an yg simpang siur kan inti Misi Yesus bawa TERANG ke Bumi & sebelum naik ke Sorga agar Roh Kudus turun murid2Nya wajib bawa berita BAIK (Lukas 24:47) Dalam Nama Yesus ada 2 hal baik : PERTOBATAN & PENGAMPUNAN. Terima Kasih Bapa, Yesus Firman yang jadi Manusia dan Roh Penolong zaman Now, Roh Kudus. Amin