“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian”
(Kolose 3:13)
Kesabaran merupakan bagian dari buah roh (Gal.5:22) yang dihasilkan dari pengertian yang benar mengenai Kitab Suci sehingga dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bahasa Yunani kata ‘Kesabaran/Sabar’ μακροθυμία makrothumia {mak-roth-oo-mee’-ah} memiliki arti slowness in avenging wrongs – lambat dalam membalas kejahatan. Hal ini bisa disimpulkan bahwa seorang Kristen harus dapat menahan diri agar tidak cepat marah sehingga tidak membalas kejahatan atau perilaku yang tidak menyenangkan yang orang Kristen terima. Kesabaran merupakan kata kerja aktif yang memiliki maksud agar orang percaya menunjukkan action untuk mengusahakan hal ini dapat terjadi, tanpa sebuah action maka kesabaran hanya sebatas kata semata.
Nasihat yang terdapat dalam nats tersebut berbunyi ‘sabarlah kamu seorang terhadap yang lain’ merupakan sebuah nasihat yang mendasari kehidupan manusia baru. Nasihat itu bertujuan agar orang percaya dapat memahami bahwa kehidupan manusia baru didalamnya terdapat kesabaran. Kesabaran harus menjadi gaya hidup orang percaya yang menyandang gelar manusia baru sebagai bagian dari menghasilkan buah roh dan menjadi garam terang bagi dunia.
Kesabaran harus disertai dengan kasih, karena tanpa kasih, kesabaran akan sia-sia. Kesabaran tanpa kasih akan memunculkan sebuah kalimat ‘sabarku ada batasnya’ walaupun secara logika kalimat tersebut benar tetapi dalam kekristenan tidak. Tuhan mengatakan bahwa orang percaya harus memiliki kesabaran yang tidak terbatas/dibatasi dengan logika (Mat.18:22).
Apakah kita mampu untuk sabar? Sejatinya kita mampu, karena Roh Kuduslah yang akan memampukan kita untuk menjadikan kita umat yang sabar. Ketika kita diperhadapkan dengan orang yang menjengkelkan, katakan dalam diam ‘yang sabar ya … (nama kita)’. Ketika kita diperhadapkan dengan orang yang berhutang kepada kita tetapi malah marah-marah, katakan dalam diam ‘yang sabar ya … (nama kita). Ketika kita diperhadapkan dengan orang yang suka menjelekan kita, katakan dalam diam ‘yang sabar ya … (nama kita)’. Perkataan ‘yang sabar ya … (nama kita) akan membawa damai sejahtera dalam diri sehingga dapat menenangkan kita dan membuat kita dapat sabar. Kesabaran membutuhkan effort yang besar untuk merealisasikannya. Kita harus mengesampingkan ego, merendahkan hati, mampu membaca situasi dan yang paling penting mengendalikan diri.
Sebagai kesimpulan. Kesabaran harus menjadi gaya hidup orang percaya agar nama Tuhan tidak tercela dan kita dapat menjadi garam terang bagi dunia. Kesabaran bukan kerugian, kesabaran adalah kemenangan. Tuhan Yesus memberkati
(YGW230223)
Pokok Doa:
- Mari kita doakan agar Gereja kita tempat yang menyenangkan untuk belajar Firman Tuhan dan bertumbuh dalam Kristus serta menjadi ladang pelayanan yang benar;
- Mari kita doakan agar jemaat semakin bertumbuh dalam pengenalan Firman Tuhan dalam Sekolah Minggu;
- Mari kita doakan Negara Republik Indonesia yang Majemuk semakin mencintai ragam budaya dan karakteristik yang tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun agar Dinas Pariwisata dan kebudayaan tetap menyelenggarakan acara-acara yang berasal dari budaya kita sendiri.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat

- Target Penjangkauan Gereja 2023 Mengunjungi dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang atau keluarga;
- Mengaku percaya pada Tuhan Yesus 5 orang, serta Membaptiskan 5 anggota baru;
- Mendoakan Jemaat Nenek Dolina yang sudah lanjut usia, Kakek Akiong yang masih terus mengkonsumsi obat untuk pemulihan;
- Mendoakan Pergumulan Guru Sekolah Minggu baru.
