“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”
(Wahyu 2:4)
Setiap kita pasti pernah merasakan yang namanya “jatuh cinta”, terutama kepada lawan jenis kita. Ada kalimat yang mengatakan bahwa “lebih mudah mendapatkan dari pada mempertahankan”. Banyak dari kita yang ketika awal mula jatuh cinta kepada lawan jenis kita, begitu semangat melakukan apa saja untuk dia. Bahkan demi bertemu dengan orang yang kita cintai atau kasihi, jarak sejauh apapun akan ditempuh, meskipun harus menyebrangi laut, melewati hujan badai sekalipun. Namun bisakah kita menjaga kasih atau cinta kita itu tetap sama sampai akhir waktu nanti?
Demikian juga kasih dan cinta kita kepada Allah, ingatkah janji kita saat pertama kali kita mengenal Yesus dan mengambil keputusan untuk percaya padaNya dan menjadikanNya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita satu-satunya? Tidak sedikit dari kita yang pasti berjanji akan setia dalam mengikut Tuhan, setia melayani, setia bersekutu, setia baca Alkitab, setia berdoa, setia saat teduh dan lain sebagainya. Bagaimana hari ini? Apakah janji kita itu tetap kita lakukan dengan setia? Atau justru sebaliknya?
4Tetapi ini keberatan-Ku terhadapmu: Kalian tidak lagi mengasihi Aku seperti semula. (Wahyu 2:4 BIS)
Dalam Wahyu 2:4, Allah menegur jemaat di Efesus karena telah meninggalkan kasihnya yang mula-mula, jika kita lihat dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari, dikatakan bahwa mereka tidak lagi mengasihi Allah seperti semula. Sekalipun di ayat sebelumnya (ayat 2-3) dan sesudahnya (ayat 6) disampaikan ada banyak pekerjaan baik yang dikerjakan oleh jemaat Efesus itu.
2Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 3Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 6Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.
Namun, itu semua tidak membuat Allah senang sepenuhnya, bahkan Allah mencela mereka dan meminta mereka bertobat dan berbalik kepada kasihnya yang semula.
Jangan sampai kita mendapat celaan dari Allah karena kita meninggalkan kasih kita yang semula. Tetaplah bertahan dan melakukan kasih kita yang semula kepada Allah. Sehingga kita akan menjadi orang-orang Kristen yang menang dan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.
7Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”
Amin
Tuhan Yesus memberkati
(NAK14022023)
Pokok Doa:
- Mari kita doakan Gereja supaya bisa merangkul jemaat untuk bertumbuh dalam iman melalui pelayanan yang semakin baik dan dapat diakses dengan mudah;
- Mari berdoa bagi anak-anak muda Gereja GBIK agar dapat menjaga kekudusan dan dapat menjaga diri dari pengaruh yang tidak baik, dan menjadi anak muda yang berkenan pada Allah;
- Berdoa bagi bangsa dan Negara dalam menjaga stabilitas Pangan Nasional dalam menghadapi krisis pangan.
Pokok Doa Cabang SRIBAWONO, Lampung Timur
- Mengucap syukur Kegiatan gereja berjalan baik dan lancar;
- Mengucap syukur Kondisi jemaat yang baik dan kesetiaan mereka dalam beribadah;
- Doakan target Gereja 2023 untuk Mengunjungi atau menjangkau 3 orang / 5 keluarga dengan metode kunjungan mingguan.
