“Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit — , maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.”
(Yakobus 1:5-6)
Seringkali orang bertanya: “Mengapa Allah Bapa yang Mahakasih dan Mahakuasa membiarkan orang-orang Kristen yang sudah setia kepada-Nya mengalami ujian hidup yang sangat menyedihkan dan menyakitkan? Mengapa Allah membiarkannya? Kita percaya bahwa DIA Mahakuasa dan bahwa DIA adalah Allah yang penuh kasih. Jikalau DIA adalah Tuhan yang penuh kasih dan Tuhan yang Mahakuasa, DIA seharusnya sungguh mengasihi kita dan tidak membiarkan hal yang menyedihkan dan menyakitkan itu terjadi. Apakah setelah Allah menyelamatkan kita, Ia kemudian membiarkan segala sesuatu terjadi begitu saja? Ketika hal-hal yang menyedihkan dan menyakitkan yang tidak kita inginkan itu terjadi dalam hidup kita, dimanakah Tuhan?
Jawaban untuk semua pertanyaan di atas ada dalam Alkitab, satu-satunya kitab dimana kita dapat memperoleh jawaban. Apa yang Alkitab/firman Tuhan katakan tentang pencobaan yang menimpa hidup kita? Mari membuka surat Yakobus pasal 1. Ketika Anda membaca ayat 2 dan 3 yang tertulis sebagai berikut: “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Dari firman ini Tuhan menyatakan kepada kita bahwa ada manfaat yang sangat baik yang terjadi melalui kesukaran yang datang dalam hidup kita, kesukaran yang merupakan ujian terhadap iman kita. Ujian iman itu akan mendatangkan ketekunan. Kesukaran itu mendorong kita yang beriman kepada Kristus untuk bertekun dan berserah kepada Tuhan, hal-hal yang membuat kita semakin bertumbuh dan menjadi orang Kristen yang tahan uji.
Tidak semua orang bisa mengerti akan hal itu. Sungguh membutuhkan hikmat. Apakah hikmat itu? Firman Tuhan menyatakannya sebagai berikut: “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian” ( Amsal 9:10). Juga dijelaskan lebih lanjut: “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.(Mazmur 111:10). Kedua ayat itu dapat disimpulkan demikian: Hikmat adalah Kemampuan untuk melihat perkara-perkara yang terjadi dalam hidup kita dari sudut pandang Allah dan menanggapinya sesuai dengan firman-Nya.
Sebagai contoh mari membaca 2 Korintus 12: 7-10: “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Dalam firman Tuhan itu disebutkan bahwa Rasul Paulus berdoa sampai tiga kali. Ia memohon kepada Tuhan agar utusan iblis yang membuat Paulus menderita seperti ada duri dalam dagingnya, yang menggocoh dan membuatnya sangat menderita itu dijauhkan dari dirinya. Namun Tuhan tidak mengabulkan permintaannya.
Rasul Paulus melihat penderitaan itu dari sudut pandang Allah – mengapa Allah membiarkan dia menderita? Yaitu supaya dia tidak menyombongkan diri. Kemudian Rasul Paulus menanggapi hal itu sesuai dengan firman Allah, yaitu: Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”
Saudaraku pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, ketika Anda menghadapi pencobaan, mari berdoa minta hikmat kepada Tuhan agar Anda dapat melihat perkara-perkara yang terjadi dalam hidup Anda dari sudut pandang Allah dan menanggapinya sesuai dengan firman Tuhan.
(JET03022023)
Pokok Doa:
- Mendoakan untuk setiap aparat penegak hukum agar memperoleh hikmat Tuhan saat menjalankan tugas, melaksanakan dengan penuh tanggungjawab, dalam menjaga keamanan, kedamaian dan persatuan di masyarakat;
- Mendoakan setiap Organisasi dan Kepanitiaan Gereja dapat memiliki hikmat dari Tuhan dalam menggunakan anggaran gereja agar efektif dan efisien serta benar-benar memuliakan Tuhan dalam pekerjaan pelayanan;
- Memohon berkat Tuhan bagi setiap keluarga yang ada di GBIK terutama para orang tua yang berkerja atau berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, agar mereka dapat diberkati untuk memberikan rezeki yang baik di hadapan Tuhan bagi keluarganya.
Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah
- Doakan Penjangkauan Gereja di tahun 2023:
- Mengunjungi, menjangkau 50 orang atau 30 keluarga, melalui kenalan-kenalan terdekat jemaat yang terbuka untuk didoakan secara kristen;
- Mengaku percaya pada Tuhan Yesus: 10 orang;
- Membaptiskan anggota baru 5 orang.
