“Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.”
(Kejadian 6:22)
Dalam Kitab Kejadian pasal 6 kita membaca bahwa ketika TUHAN melihat kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hati mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka TUHAN menyesal bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
Lalu Tuhan berfirman: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” (Kejadian 6:7)
Dalam keadaan dunia yang sangat rusak dan penuh kejahatan itu ada satu orang, yaitu Nuh, mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Allah berfirman kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.” (Kejadian 6:13).
Lalu Allah memerintahkan Nuh membuat bahtera, karena Allah akan membinasakan dunia ini oleh sebab dosa manusia semakin bertambah. Tuhan memberitahu Nuh berapa ukuran serta bagaimana bentuk bahtera yang akan dibuat oleh Nuh. Demikian juga Allah menetapkan jenis kayu yang harus dipakai oleh Nuh dalam membuat bahtera itu. Setelah itu Allah memerintahkan Nuh untuk membawa masuk jenis-jenis binatang dan jumlah binatang yang harus dibawa masuk ke dalam bahtera itu.
Berapa lama waktu yang diperlukan oleh Nuh untuk memroses pembuatan bahtera itu? Jika memerhatikan Kejadian 5:32 dan 6:14-21, yaitu ketika Allah memerintahkan Nuh membangun bahtera, secara tersirat, kita memahami bahwa proses pembangunan bahtera memakan waktu 100 tahun. Atau coba bandingkan Kejadian 5:32, usia Nuh 500 tahun dan Kejadian 7:11, usia Nuh 600 tahun saat air bah melanda bumi. Dalam melaksanakan perintah Allah itu, firman Tuhan menyatakan: “Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.” (Kejadian 6:22). Demikian pula dalam Kejadian 7:5 kita baca: “Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya”.
Firman Tuhan juga menyatakan kepada kita bahwa pada saat itu semua orang adalah jahat di mata Tuhan, kecuali Nuh. Hal yang diperintahkan Tuhan untuk membuat bahtera yang sedemikian besar pada saat tidak ada tanda-tanda akan turun hujan, merupakan perintah yang di luar nalar manusia. Seratus (100) tahun waktu pengerjaan bahtera itu juga merupakan jangka waktu yang amat sangat panjang, tetapi Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
Bapak, Ibu, Saudara pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, apakah Anda tetap taat melakukan semua yang diperintahkan Tuhan kepada Anda walaupun orang-orang di sekitar Anda menertawakan Anda karena mereka menganggap Anda aneh, bahkan “kurang waras”? Apakah Anda tetap taat melakukan firman Tuhan walaupun itu sangat berat? Berapa lama kira-kira Anda akan bisa bertahan dalam menaati segala firman Tuhan? Karena imannya, Allah menempatkan Nuh sebagai salah seorang pahlawan iman. Dalam Ibrani 11:7 kita membaca: “Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya”. Bapak, Ibu dan Saudara yang dikasihi Tuhan, marilah kita tetap setia melakukan firman Tuhan seutuhnya dengan sungguh-sungguh, sampai Tuhan memanggil kita pulang ke Rumah-Nya di surga
(JET02122022)
Pokok Doa:
- Proses pemilihan Panglima TNI yang baru berjalan dengan baik, terpilih pemimpin yang berintegritas, kinerja baik dan hati takut akan Tuhan;
- Kinerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menanggulangi berbagai bencana di Indonesia; serta kinerja BMKG dalam mendeteksi dini potensi bencana agar mengurangi dampaknya;
- Persiapan rangkaian pelayanan Natal dan Tahun Baru GBIK, koordinasi antar panitia dan petugas berjalan dengan baik;
- Persiapan hati jemaat GBIK memaknai Natal dengan sukacita, damai sejahtera, kesederhanaan dan kasih Tuhan pada umat manusia.
Pokok Doa Pelayanan Para Lulusan STBI di GBI Kebayoran
- Pelayanan Sdr. Imanuel Hutagalung di GBIK cabang Lyman Munson;
- Proses adaptasi di tempat pelayanan masing-masing, agar bisa dekat dengan jemaat dan masyarakat, menjadi berkat di tempat pelayanan masing-masing;
- Tuhan mengaruniakan kesehatan, semangat, dan sukacita bagi mereka;
- Para hamba Tuhan terus bergantung pada Tuhan dalam segala keperluan mereka.
