“Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.”
(Yohanes 6:8-11)
Peristiwa Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang dengan menggunakan lima ketul roti dan dua ekor ikan adalah mujizat yang sangat istimewa. Peristiwa itu dicatat dalam keempat Injil yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.
Rasul Yohanes menulis dalam Injilnya bahwa beberapa waktu kemudian Yesus pergi ke seberang Danau Galilea, yang disebut juga Danau Tiberias. Setibanya di sana, banyak orang mengikuti Dia sebab mereka sudah melihat keajaiban-keajaiban yang dibuat-Nya dengan menyembuhkan orang-orang sakit. Yesus naik ke atas bukit, lalu duduk di situ dengan pengikut-pengikut-Nya. Pada waktu itu sudah dekat Hari Raya Paskah orang Yahudi. Waktu Yesus melihat ke sekeliling-Nya, Ia melihat orang berduyun-duyun datang kepada-Nya. Maka Ia berkata kepada Filipus, “Di mana kita dapat membeli makanan, supaya semua orang ini bisa makan?” (Yesus sudah tahu apa yang akan dilakukan-Nya, tetapi Ia berkata begitu sebab Ia mau menguji Filipus.) Filipus menjawab, “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk orang-orang ini, sekalipun setiap orang hanya mendapat sedikit saja.”
Saudara-saudara pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, dalam Injil Matius, Markus dan Lukas tertulis bahwa peritiwa ini terjadi ketika hari mulai malam, dan murid-murid meminta Yesus menyuruh orang-orang itu pergi karena mereka tidak punya makanan yang dapat diberikan kepada orang sebanyak itu. Tetapi Tuhan Yesus tidak mau orag-orang itu pergi dalam keadaan lapar. Tuhan Yesus sangat peduli terhadap keperluan orang-orang yang mau mengikut Dia dan mendengarkan firman-Nya. Tuhan Yesus sebenarnya sudah tahu apa yang akan dilakukan-Nya. Yesus hanya ingin menguji murid-murid-Nya.
Untunglah bahwa Andreas, saudara Simon Petrus datang kepada Tuhan Yesus dan berkata bahwa di tempat itu ada seorang anak yang mempunyai 5 roti jelai dan 2 ekor ikan. Yesus mengambil roti dan ikan itu, lalu mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada semua orang itu sebanyak yang mereka kehendaki. Setelah semuanya selesai makan, Tuhan Yesus menyuruh murid-murid-Nya mengumpulkan sisanya supaya tidak ada yang terbuang. Sisanya yang terkumpul ada 12 bakul penuh.
Yang perlu kita perhatikan dalam peristiwa terjadinya mujizat ini ialah adanya kerja sama. Firman Tuhan menyatakan bahwa “Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.” (Yohanes 6:6). Tuhan Yesus sudah tahu bahwa untuk memberi makan sekian banyak orang di tempat yang terpencil dan pada waktu yang sudah mulai malam, diperlukan suatu mujizat. Yesus dapat melakukan mujizat itu seorang diri saja sebab Dia adalah Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Tetapi Tuhan Yesus ingin ada kerja sama dengan murid-murid-Nya.
Mari melihat kerja sama yang terjadi dalam peristiwa yang luar biasa ini. Ada Andreas yang mengetahui /menemukan seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ekor ikan. Ada anak kecil yang punya lima roti dan dua ikan itu yang rela menyerahkan roti dan ikan miliknya kepada Tuhan Yesus. Ada juga murid-murid Tuhan Yesus yang rela bertugas membagi-bagikan roti dan ikan yang telah diberkati oleh Tuhan Yesus itu kepada semua orang yang hadir. Kemudian murid-murid itu rela mengumpulkan kembali sisa-sisa makanan supaya tidak terbuang dan ternyata masih ada duabelas bakul. Dan yang sangat penting dalam peristiwa istimewa ini adalah hadirnya Tuhan Yesus. Tuhan Yesuslah sumber kuasa dalam terjadinya segala mujizat.
Kalau kita ingin Tuhan membuat mujizat dalam pelayanan kita, diperlukan adanya kerja sama di antara kita, yaitu pengikut-pengikut Yesus. Diperlukan orang-orang seperti Andreas yang rela mencari dan membawa /memperkenalkan orang-orang yang punya “roti-ikan”, yaitu bakat, talenta, kemampuan untuk dipakai oleh Tuhan. Tuhan memerlukan orang-orang yang rela dipakai untuk melayani membagikan “roti-ikan” firman Tuhan dan melayani setiap orang yang datang kepada Tuhan. Dan sama seperti peristiwa Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang ini, kita perlu bekerja sama dengan Tuhan Yesus. DIA-lah satu-satunya sumber kuasa dan pertolongan kita.
Mari menyerahkan apa saja yang Anda miliki, yang diperlukan oleh Tuhan, walaupun kecil dan sangat sederhana. Yesus sanggup membuat yang kecil dan sederhana tersebut jadi sesuatu yang sangat bermanfaat untuk kemuliaan Tuhan.
(JET24062022)
Pokok Doa:
- Berdoa bagi Gereja agar bijak dan dapat bersaksi tentang Kristus dalam menghadapi segala masalah yang dihadapi baik masalah masyarakat sekitar ataupun dari masalah yang lain;
- Berdoa bagi Panitia Keamanan dalam menjaga keamanan Gereja;
- Berdoa bagi Bangsa dan Negara kita dalam menghadapi meningkatnya kasus covid saat ini.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Kerinduan mengadakan baptisan di tahun ini;
- Jemaat yang tidak aktif kiranya boleh terlibat aktif;
- Pekerjaan jemaat yang rata-rata petani kiranya boleh Tuhan berkati;
- Jemaat yang masih duduk di bangku pendidikan dilancarkan dalam mengikuti ujian sekolah.
