“Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal” (Titus 2:6)
Nasihat Paulus kepada keluarga demikian jelas agar dalam satu keluarga hidup benar dan beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat. Orang tua hidup bijaksana, terhormat, sehat dalam iman, kasih dan tekun, mendidik anak anak agar Firman Allah jangan dihujat orang lain.
Orang yang sudah lanjut usia khusus kaum laki laki dan kaum perempuan dikalangan anggota jemaat atau persekutuan jemaat diharapkan menjadi tauladan kehidupan bagi kaum muda.
Pesan utama dari ayat renungan ini, tertulis pada Titus 2:6: “Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal.”
Menguasai diri dalam segala hal, sama artinya dengan kemampuan untuk mengendalikan diri yang tinggi dalam segala keadaan. Tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menggoda hati, pikiran dan jiwa, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan nafsu badani, hasrat duniawi atau keinginan daging untuk kepuasan diri sendiri, emosional dan lain sebagainya. Begitu sangat pentingnya menguasai diri sehingga Rasul Paulus menulis agar menasehati kaum muda untuk menguasai diri dalam segala hal. Dan ini dilakukan dari keluarga dan persekutuan dengan saudara seiman, yang akan berdampak kepada masyarakat sekitar dan masyarakat luas.
Orang yang sudah menerima Kristus dalam hidupnya, diharapkan berani untuk menunjukkan suatu sikap dan cara hidup yang berbeda dari orang yang belum mengenal Kristus, tetapi benar-benar menunjukkan suatu nilai atau kualitas hidup yang amat berharga. Dalam pikiran, perkataan maupun tindakan.
Begitu kuatnya penguasaan diri dalam segala hal, sehingga yang muncul ke luar atau tampil ke permukaan adalah: telah berubah oleh pembaharuan budi, tidak lagi menjadi serupa dengan dunia ini, mampu membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2).
Setiap orang di antara kita adalah orang yang melayani dan bersaksi dalam hidupnya. Bersaksi dan melayani dalam hidup. Itu artinya kita masih harus banyak belajar dalam hidup, belajar dalam mengetahui kehendak Tuhan melalui firman-Nya; dan melakukannya atau hidup di dalamnya.
Dengan demikian semakin dewasa rohani kita, akan membentuk serupa dengan karakter Allah. Cara hidup yang meneladani Yesus dan memberi keteladanan, yang berpedoman kepada firman Tuhan untuk memuliakan Tuhan maka penguasaan diri kita akan dikendalikan oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MS30102021)
Pokok Doa:
- Doakan kinerja Menteri Agama beserta jajarannya agar dapat menjadi lembaga pemerintah yang mengayomi seluruh agama di Indonesia dan membangun persatuan NKRI;
- Doakan agar anak-anak Indonesia memperoleh gizi seimbang dan bebas dari stunting;
- Doakan pelayanan pribadi jemaat di komunitas dan lingkungan tempat tinggal masing-masing, agar senantiasa menjadi garam dan terang.
