“Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” ” (Kisah Para Rasul 4:19,20)
Salah satu peristiwa yang sangat heroik dalam Kisah Para Rasul adalah keberanian Rasul Petrus dan Rasul Yohanes menentang perintah dari Imam Besar Hanas, pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat yang melarang mereka untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus dan membuat mujizat dalam nama Tuhan Yesus.
Peristiwa itu dapat kita baca dalam Kisah Rasul-rasul pasal 3 dan 4.
Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Imam Besar menatap dia dan Petrus berkata: “Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
Kemudian orang-orang yang menyaksikan mujizat, berkeruman di serambi Bait Allah dan Petrus bersaksi kepada mereka tentang Tuhan Yesus. Orang ini sembuh oleh karena kuasa Tuhan Yesus. Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Mereka sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.
Petrus dan Yohanes ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. Keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem yang dihadiri oleh Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Ketika Petrus dan Yohanes ditanya, “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?” Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus, kembali bersaksi tentang Tuhan Yesus. Bahkan dengan sangat berani Petrus menegur mereka : “maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati — bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.” Dan masih banyak hal lain lagi yang disampaikan oleh Petrus dan Yohanes tentang Tuhan Yesus. Petrus dan Yohanes berbicara tentang Injil. Dia menutup kesaksiannya dengan berkata: “Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri — , namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Setelah pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mendengar kesaksian Petrus dan Yohanes, mereka mengenali bahwa Petrus dan Yohanes adalah murid-murid Yesus. Pemimpin agama dan tua-tua Yahudi itu lalu melarang keduanya memberitakan tentang Yesus dan melakukan mujizat dalam nama Yesus.
Kedua Rasul itu bisa saja berkompromi dan menaati perintah Imam Besar Kayafas, tua-tua Yahudi serta ahli-ahli Torat. Petrus dan Yohanes telah melihat bagaimana mereka memperlakukan dan menghukum Tuhan Yesus. Petrus juga mempunyai keluarga yang pasti sangat memerlukan perhatian. Tetapi Petrus dan Yohanes mampu mengendalikan diri dan mereka tidak takut. Mereka berdua tidak mau kompromi. Mereka terus memberitakan Injil Yesus Kristus , karena mereka percaya bahwa “sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
(JET29102021)
Pokok Doa:
- Doakan agar satuan pendidikan jenjang PAUD, Dasar, Menengah dan Perguruan Tinggi menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi peserta didik, bebas dari kekerasan fisik dan psikis;
- Mengucapsyukur untuk kebijakan Pemerintah dalam menurunkan harga tes PCR. Kiranya masyarakat dapat terus mematuhi protokol kesehatan;
- Doakan persiapan rangkaian Ibadah Natal dan Tahun Baru GBIK kiranya dapat membangun jemaat, bertumbuh dalam kasih akan Tuhan dan sesama.
