“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya”
(1 Ptr. 5:6)
Sewaktu kita kecil, masih Sekolah Dasar (SD) setiap murid satu persatu ditanya oleh guru apa cita-citamu kelak ketika dewasa. Berbagai jawaban disampaikan oleh para murid, antara lain ada yang ingin menjadi dokter, insinyur, polisi, guru, tentara, bahkan presiden. jawaban semua itu merujuk pada kesuksesan mereka di masa depan dan tidak ada satupun yang bercita-cita jadi orang yang tidak sukses. Namun, yang menjadi perenungan kita sekarang ini adalah disaat seseorang sukses, ada kecenderungan membanggakan diri dan melupakan asal usulnya, sesama, orang tua, bahkan Tuhan. Padahal siapun orangnya yang mempunyai sifat seperti hal tersebut di atas maka kesuksesan akan hancur. Ingat Saudara! Apabila kita sering mendapati diri kita berada dalam situasi dan kondisi yang seperti itu, maka satu langkah awal yang harus kita ambil sangatlah penting. Apakah itu? Alkitab berkata, “Sebab ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jika engkau tidak bertobat” (Why. 2:5). Ternyata langkah awal yang harus kita lakukan jika kita menjadi congkak, tinggi hati, sombong atas kesuksesan yang ada pada kita adalah bertobat. Dengan kata lain, kita harus mengubah pola pikir kita yang semula hanya berpikir pada diri sendiri berubah memikirkan sesama dan Tuhan.
Kita sebagai orang Kristen harus bertobat jika jatuh dalam dosa termasuk dalam pembahasan ini adalah dosa kesombongan. Karena kerendahan hati adalah teladan Tuhan Yesus Kristus sendiri (Flp. 2:1-11). Kerendahan hati bukan usaha dan doa kita supaya Tuhan membuat kita rendah hati, melainkan suatu pilihan yang harus kita pilih dan lakukan seperti dalam 1 Petrus 5:6 “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya”. Jadi jika kita pernah mengalami kesuksesan dalam bidang apa saja dan mulai sombong, firman Tuhan katakan “bertobatlah!” Karena barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Mat. 23:12).
Sekali lagi mari kita perhatikan dengan seksama! Banyak hal yang mengelilingi hidup kita sebagai orang Kristen antara lain: kekayaan, ketenaran, kemasyuran, kejayaan dan hal-hal lainnya yang telah mengubah hati kita. Kita lupa bahwa Allah kita Tuhan Yesus Kristus adalah sumber segala berkat, dan pemilik segala sesuatu. Jika kita sombong ini akan menjadi kekejian bagi Allah dan tentunya Allah akan melawan orang yang sombong tetapi memberikan anugerah bagi orang yang rendah hati. Karena itu, jangan sekali-kali kehilangan hati seperti anak kecil (Mat. 18:1-6) meskipun kita sadari bahwa itu bukan perkara yang mudah. Kita harus rela diubah Roh Kudus, seperti Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus, guru bangsa Yahudi “Jawab Yesus: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh” (Yoh. 3:5-6). Tuhan Yesus memberkati.
(AP29092020)
Pokok Doa:
- .Doakan Masyarakat Indonesia dapat bekerja sama dengan Pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid 19 dg tetap hidup sehat mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin tidak merasa di paksakan;
- Doakan GBIK tercukupi segala keperluan yg menjadi tanggung jawab untuk biaya operasional harian , bulanan, program kusus di masa pandemi Covid 19 dapat dilakukan dengan baik dan berkat Tuhan mengalir melalui jemaat yg setia memberi persembahan dan perpuluhan;
- Doakan Jemaat tetap setia dalam menjalani kehidupan ditengah tengah masyarakat Indonesia yg majemuk imanya tetap kuat dan menjadi terang.
