“Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi. Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah”
(Mzm. 37: 10-11)
Beberapa orang yang belum memahami hakekat rendah hati mengatakan bahwa orang yang rendah hati itu adalah orang yang lemah dan menyerah dengan kelemahannya itu. Wahhhh, ini bisa dikatakan pelecehan terhadap orang yang rendah hati, pelecehan terhadap karakter rendah hati, sekaligus pelecehan terhadap pengajaran tentang rendah hati. Kita harus waspada menyikapi hal ini, karena jika kita terpancing dan tersinggung terhadap konsep itu, kita telah gagal dalam bersikap rendah hati.
Daud dalam perenungan hidupnya menyadari bahwa pada akhirnya kerendahan hati itu menghasilkan dua hal yang istimewa yaitu “akan mewarisi bumi dan akan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah”, seperti yang tertulis dengan jelas dalam Mazmur 37:11. Mewarisi negeri dalam konsep PL berarti menjadi ahli waris dari negeri perjanjian yang telah dijanjikan Allah kepada nenek moyang bangsa Israel, dan itu telah dinikmati oleh bangsa Israel. Karena itulah maka bangsa Israel patut bergembira bisa menikmati berlimpahnya berkat di negeri yang dijanjikan tersebut. Dalam konsep PB, orang yang rendah hati dinyatakan Tuhan Yesus sendiri di saat menyampaikan khotbah di bukit, “Berbahagialah orang yang rendah hati, Allah akan memenuhi janji-Nya kepada mereka (Mat. 5:5 BIMK). Wauw betapa luar biasanya Tuhan Yesus memberi pengajaran istimewa tentang rendah hati ini, Allah akan memenuhi janji-janji-Nya seperti apa yang tertulis begitu banyak dalam Alkitab.
Persoalannya adalah jika semua orang menunggu pemenuhan janji Allah kepadanya, apakah orang tersebut telah memenuhi tanggung jawabnya untuk bersikap dan bertindak rendah hati dalam laku hidupnya setiap hari. Ada berkat yang siap diterima, ada tanggung jawab yang harus dilakukan, ingatlah apa yang ditulis dalam Galatia 6:7, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”
Pemahaman inilah yang perlu kita kembangkan dalam menjalani hidup di dunia ini, dengan pemahaman seperti inilah kita akan dapat menjalani hidup ini semakin rendah hati. Kedamaian dan kesukacitaan akan terus mewarnai kehidupan orang yang rendah hati, karena Tuhan Allah yang Mahatahu akan melakukan apa yang harus dilakukan sesuai dengan kehendak-Nya, yakni selalu memberkati dengan limpahnya orang-orang rendah hati tersebut. Dengan demikian terang orang percaya yang rendah hati akan semakin bersinar di muka bumi. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI28092020)
Pokok Doa:
- Doakan dimulainya Kampanye Pilkada Tahun 2020 pemilihan 9 Gubernur, pemilihan 224 Bupati, pemilihan 37 Walikota di seluruh Indonesia berjalan tertip aman tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid 19 di tempat kampanye seluruh Indonesia;
- Doakan GBIK tetap dalam perlindungan dan pemeliharaan Tuhan dapat kerja sama dengan Pemerintah setempat dalam rangka masa kampanye serentak membangun suasana sejuk dlm masyarakat;
- Doakan Jemaat GBIK yg sampai sekarang ini blum bisa ibadah secara langsung di beri kesabaran tidak jenuh dan tetap bersekutu dengan sarana Online Zoom dan live Striming.
