HIDUPLAH SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG
(Ef. 5: 8-10)
Bagi kita istilah anak-anak terang tidak terlalu sulit untuk memahaminya, tetapi untuk orang-orang yang belum mengenal dan belum percaya kepada Terang Dunia yang adalah Tuhan Yesus Kristus (Yoh. 8: 12; 9: 5; 12: 46), pastilah memerlukan penjelasan untuk memahaminya. Sebagai orang yang sudah percaya kepada Terang Dunia itu, setiap orang percaya memiliki terang itu dan orang lain dapat melihat terang yang ada, sehingga mereka yang mau memandangnya akan mendapat penerangan dari terang itu Mat. 5:14). Tetapi mereka yang tidak mau melihat terang itu, mereka tetap berada dalam kegelapan.
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.” (Ef. 5: 8). Ayat tersebut memberitahu kepada kita bahwa sebelum kita menjadi anak-anak terang, kita adalah kegelapan. Artinya kita semua berada dalam kegelapan, tidak bisa melihat apa yang sesungguhnya terjadi dalam diri kita itu adalah hal-hal yang mendukakan hati Tuhan. Perkara-perkara percabulan, kecemaran, keserakahan serta kata-kata kotor, kosong dan sembrono mewarnai kegelapan hidup kita (Ef. 5: 3-4).
Kapan orang berpindah dari kegelapan ke dalam terang? “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan (Yoh. 12: 46). Berdasarkan ayat tersebut, jelaslah bahwa orang akan berpindah dari kegelapan ke dalam terang pada saat orang tersebut mengaku percaya dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus Kristus. Dengan kata lain perjumpaan dengan Tuhan Yesus lah yang menjadi titik balik kehidupan seseorang mengalami perubahan secara mendasar tersebut.
Sebagai anak-anak terang, maka konsekwensinya adalah setiap orang percaya haruslah hidup sebagai anak-anak terang. Lalu hidup yang bagaimanaakah hidup sebagai anak-anak terang itu.
- Tidak mau lagi hidup dalam kegelapan. Kita sudah bisa membandingkan suka dukanya hidup dalam kegelapan dan hidup dalam terang. Kuasa kegelapan tidak senang melihat kita hidup dalam terang maka mereka berusaha menarik kembali supaya kita jatuh kembali dalam kegelapan. Si Iblis yang adalah tuannya kegelapan itu akan berusaha keras menjatuhkan kita dengan kekuatannya yang luar biasa, kita harus melawannya dengan iman yang teguh. (1 Ptr. 5: 8-9). Iman yang teguh mampu mengalahkan kuasa kegelapan.
- Membiarkan orang lain menyaksikan terang dalam diri kita. Sekecil apapun terang itu akan bercahaya menyinari tempat yang gelap. Orang lain yang berada dalam kegelapan pasti menikmati terang yang ada bila mereka menyadari sedang berada dalam kegelapan. Di tempat tersembunyi pun terang itu dapat dilihat orang. (Mat. 5: 14-15).
- Tetap waspada bila sedang dininabobokkan kemewahan. Ada orang mengatakan “sukses adalah buah dari kerja keras”, tetapi di saat sukses banyak orang menyanjungnya, orang bisa menjadi angkuh. Ingatlah, “Karena Tuhan akan merendahkan orang yang angkuh, tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!” (Ayub 22: 29). Dalam kondisi sedang sukses maupun terpuruk, kerendahan hati diperlukan demi terang tetap bersinar.
Dengan pemahaman ini, kita semakin menyadari bahwa anak-anak terang haruslah hidup sebagai anak-anak terang. Tuhan Yesus yang telah menerangi kita, terang-Nya itu akan terpancar dari dalam diri kita, dari sikap, tutur kata dan perilaku kita setiap saat. Orang di sekitar kita ikut merasakan pancaran terang Kristus itu, sehingga mereka pun menikmati berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
