“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
(Ef. 2: 10)
Dunia dengan segala isinya adalah ciptaan Allah. Tidak ada satupun yang ada di dunia ini, baik makhluk hidup maupun benda mati, keberadaannya tanpa campur tangan Allah. Karena itu maka Allah tahu apa, siapa, kapan, di mana dan bagaimana keberadaan segala sesuatu yang telah diciptakan tersebut. Allah menciptakan segala sesuatu itu dengan tujuan tertentu sesuai dengan kehendak-Nya.
Manusia termasuk diri kita masing-masing adalah ciptaan Allah, dan Allah menciptakan umat manusia dengan satu tujuan yang jelas yakni untuk beranakcucu memenuhi bumi, dan berkuasa atas apa yang ada di bumi ini (Kej. 1:28). Secara khusus Allah juga menghendaki agar kita sebagai ciptaan Allah dalam Kristus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya (Ef. 2: 10). Diciptakan dalam Kristus menunjuk kepada umat manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. Umat manusia yang demikian diproyeksikan untuk dapat memenuhi keinginan Allah yakni melakukan pekerjaan baik yang telah disiapkan Allah sebelumnya. Betapa baik dan mulianya Allah Sang Pencipta kita, Ia telah mempersiapkan suatu pekerjaan (baik) bagi kita sebelum kita diciptakan. Pekerjaan baik yang mana yang Tuhan siapkan itu? Pekerjaan baik yang dimaksud adalah pekerjaan baik yang memuliakan nama Tuhan, yang diperintahkan Tuhan kepada kita sebagai umat pilihan-Nya. Ada banyak hal yang diperintahkan kepada kita, salah satu di antaranya adalah ”jadilah garam dunia dan terang dunia” (Mat. 5: 13-14). Garam berfungsi menjadikan masakan menjadi enak, dan terang berfungsi untuk mengusir kegelapan yang ada. Dalam hal ini secara jelas perbuatan baik yang Tuhan mau untuk kita kerjakan adalah menciptakan suasana di dunia ini enak dan terang, sehingga dapat dinikmati orang dengan penuh sukacita. Dengan melakukan semua itu berarti kita telah melakukan apa yang menjadi kehendak Allah, melayani-Nya melalui kehidupan kita.
Seberapa jauh kita sudah memenuhi harapan Allah untuk hidup melayani-Nya? Jangan pernah mengabaikan hal ini, kalau kita tidak mau dikatakan sebagai ciptaan yang membangkang, tidak patuh kepada Sang Pencipta. Bukankah tidak menyenangkan kalau kita dikatakan seperti itu? Bukan hanya tidak menyenangkan saja, tetapi juga pasti kita akan mendapat penilaian yang negatif dari dari Sang Pencipta kita. Selamat menjalani hidup yang melayani Tuhan, karena memang kita diciptakan untuk melayani-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI06072020)
Pokok Doa:
- Doakan Kementrian Pendidikan dalam keputusan penerimaan siswa baru di sekolah, kiranya anak-anak bisa melanjutkan sekolah dengan baik;
- Doakan dalam SIL 2020 para guru yang mengajar dengan urapan Roh Kudus dan anak-anak diberi hati yang haus dan lapar akan Firman Tuhan , hari ini mereka belajar mandiri SIL di rumah;
- Doakan Panitia Upacara gereja , diberikan hikmat dalam mengatur Ibadah Live Streaming setiap minggu dan kerjasama yang baik dengan panitia lainnya.
