“Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau? Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu! Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?”
(Mazmur 85:7-9)
Bahan renungan kita hari ini didasarkan pada Kitab Mazmur 85. Mazmur ini oleh Lembaga Alkitab diberi judul “Mohon Doa Israel Dipulihkan”. Jadi isi Mazmur ini adalah sebuah doa agar bangsa Israel dipulihkan kembali oleh Allah.
Walaupun para penafsir Alkitab tidak semua setuju bahwa Mazmur ini ditulis setelah Bangsa Israel kembali dari pembuangan, Mazmur ini menyatakan bahwa bangsa Israel baru saja mengalami pengampunan dari Allah. Setelah itu pemazmur berdoa kepada Allah agar bangsanya dipulihkan. Untuk hal tersebut ia berdoa agar Allah berbicara kepada mereka. Pemazmur percaya bahwa firman dari Allah adalah firman yang memberikan damai sejahtera. Pemazmur yakin bahwa firman Allah akan menolong bangsanya tidak kembali ke jalan kebodohan yang menyesatkan.
Perhatikan ayat 9: “Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN . Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan”.
Ketika Tuhan datang kepada seseorang atau kepada suatu bangsa, Dia datang dalam damai sejahtera, penuh kasih karunia dan pengampunan. Tetapi jika Tuhan menghampiri seseorang atau suatu bangsa untuk menghukum karena kedegilan mereka, Dia tidak datang hanya berupa kekuatan yang Mahakuasa dalam bentuk penghukuman, tetapi Dia juga adalah Allah yang maha bijaksana. Karena Dia bijaksana, maka seringkali Dia harus bertindak dengan keras memaksa agar kita tidak kembali lagi ke jalan yang salah. Dia tidak ingin kita kembali ke cara hidup kita yang menyimpang dari firman Tuhan. Dengan kata lain, ketika Allah menegur kita melalui hukuman-Nya sesungguhnya Allah sedang melakukan tindakan anugerah-Nya. Dia tidak ingin kita kembali ke jalan /kehidupan kita yang lama. Pemazmur ini berkata: “Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN.”
Allah tidak mau kita kembali ke kehidupan lama. Mengapa ? Karena di sana ada bahaya yang mengancam hidup kita. Saudara ingat apa yang dilakukan Allah ketika Adam dan Hawa berbuat dosa? Allah mengusir Adam dan istrinya keluar dari taman Eden. Allah menempatkan beberapa kerub /malaikat dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar (Kejadian 3:22-24). Mengapa Allah berbuat demikian? Supaya manusia tidak kembali dan mengambil buah pohon kehidupan sehingga mereka hidup untuk selama lamanya dalam penderitaan.
Demikian juga ketika Allah mengevakuasi Lot bersama istri dan anak-anaknya dari kota Sodom dan Gomora. Istri Lot menjadi tiang garam, karena ketika ia berjalan bersama Lot keluar dari kota Sodam, dia menoleh kebelakang. Dia melihat kembali ke kota lama (Kejadian 18). Dia tidak mau taat kepada firman Tuhan.
Sama seperti pemazmur, marilah kita juga selalu menyukai dan mau menaati firman Tuhan. Mazmur 119:105 berkata: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. Kita sedang berada dalam dunia yang penuh dengan berbagai macam godaan dan pencobaan. Rasul Paulus berkata dalam Efesus 6:12: ”karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Untuk itu kita memerlukan senjata dan perlindungan. Salah satu senjata rohani yang kita perlukan adalah “pedang Roh, yaitu firman Allah” (Efesus 6:17).
Marilah setia membaca, memelajari, merenungkan serta menaati firman Tuhan. Lakukanlah hal itu setiap hari. Apabila Saudara belum ikut Sekolah Minggu mari bergabung mempelajari firman Tuhan bersama dengan banyak orang lain yang belajar firman Tuhan setiap hari Minggu pukul 08.00-09.00 di GBIK.
(JET10052020)
Pokok Doa:
- Doa kan Bangsa dan Negara dalam hal ini Mentri Perhubungan dapat mengatur Terminal terminal, Stasiun stasiun,Bandara bandara di masa normal baru yang di terapkan tetap mengedepankan protokol kesehatan utk memutus mata rantai penularan Covid 19 (Virus Corona);
- Doa kan Ketua Organisasi dan Ketua Panitia serta anggotanya bersatu hati untuk melaksanakan Tugas dan tanggung jawab nya sesuai komitmen panggilannya;
- Doa kan Anggota jemaat GBIK yg usia
lanjut dan balita tetap sehat di jauhkan sakit penyakit tetap dapat menikmati suka cita dari Tuhan.
