“Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai pihak yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.”
(Ibr. 1:1-2)
Dalam perdebatan di sosmed perihal Alkitab, seringkali kita melihat banyak orang terutama orang non Kristen yang menyatakan bahwa Alkitab itu sudah dipalsukan. Mereka mengatakan demikian karena tolok ukurnya adalah keyakinan akan Kitab Suci mereka, dan apa yang tertulis dalam Kitab Suci mereka berbeda dengan yang tertulis dalam Alkitab. Hal ini merupakan kesimpulan yang salah karena pengujian Alkitab tidak boleh dengan alat uji Kitab Suci yang lain, karena di sana pastilah ada keberpihakan yang tidak dapat dihindarkan.
Ibrani 1:1-2 yang menjadi ayat kencana kita hari ini, menyatakan bahwa dahulu (maksudnya dalam masa Perjanjian Lama) Allah menemui, mengajar, dan menyampaikan pesan kepada manusia melalui para nabi. Namun pada masa Perjanjian Baru Tuhan berbicara kepada manusia secara langsung melalui Putra-Nya yang tunggal datang ke dunia, tinggal bersama manusia dan mengajarkan kebenaran dan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Kisah tentang Tuhan datang ke dunia dan berkarya di tengah-tengah umat manusia, tertuang dalam Kitab Injil. Bersama dengan beberapa kitab yang senada, dikodifikasikan (dibukukan) menjadi satu dalam satu kitab yang kita sebut Kitab Perjanjian Baru. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian baru digabung menjadi satu, kita sebut Alkitab. Perjanjian Lama dan Perjanjian baru isinya saling mendukung, ada satu kesatuan yang tak terpisahkan. Perjanjian Lama berbicara tentang akan datangnya Mesias Juru selamat dunia, sedangkan Perjanjian Baru menyatakan Mesias telah datang dan dikenal dengan nama Tuhan Yesus Kristus. Alkitab dan Kristus sama-sama merupakan Perkataan Allah/Firman Tuhan (Yoh. 1: 1-2, 14). Siapa yang menolak Alkitab berarti menolak Tuhan Yesus, karena inti utama Alkitab adalah pribadi Mesias/Tuhan Yesus sendiri. Siapa yang percaya Alkitab berarti percaya Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya secara pribadi.
Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa Alkitab adalah dasar kebenaran, kebenaran yang menyelamatkan di dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Karena keseluruhan Alkitab mengisahkan bagaimana Tuhan Allah menyelamatkan umat manusia melalui Sang Mesias, Tuhan Yesus Kristus. Benarlah apa yang tertulis dalam Roma 10:17, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan firman Kristus.” Jadikanlah Alkitab menjadi penuntun kehidupan kita, karena Alkitab adalah dasar kepercayaan/iman kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI08062020)
Pokok Doa:
- Doakan Pemerintah Indonesia untuk menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020 dan tidak menjadi masalah serius di Indonesia;
- Doakan GBIK tercukupi untuk keperluan rutin operasional Gereja ,Cabang dan TPW serta Organisasi Kepanitiaan sehingga dapat berjalan lancar untuk kemuliaan Tuhan;
- Doakan Jemaat GBIK yg Kuliah dan menghadapi ujian Semester , kiranya tekun semangat belajar dan diberi kepandaian juga yg mencari Sekolah setingkat lebih tinggi di beri kemudahan dapat di terima ,mendapatkan Sekolah baik.
