“Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagimu”
(Lukas 19:41-42)
Ingatkah kita ketika Yesus lahir ke dunia? Rombongan orang Majus mencari-Nya dan bertanya: “Dimanakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu (Mat. 2:2)?”. Ketika Yesus disalibkan, ada tanda yang dipasang pada salib-Nya, yaitu: “Yesus orang Nazaret raja orang Yahudi (Yoh. 19:19)”. Pada saat Ia dicobai Iblis, Ia ditawari oleh Iblis dunia sebagai kerajaan-Nya (Mat. 4:8-9). Dari apa yang diucapkan oleh orang Majus, Pilatus atau pemerintahan Romawi saat itu, bahkan Iblis sesunguhnya ini menandakan bahwa secara tidak langsung mereka mengakui Yesus sebagai Raja. Memang Alkitab mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala yang dipertuan (Why. 17:14) dan tentu ini bukan hanya isapan jempol melainkan sesuatu yang nyata sebab semasa Ia di dunia, Ia mempraktikkan wibawa seorang Raja atas setan, atas segala macam penyakit, atas maut serta alam. Dan ketika Ia berkhotbah di atas bukit, Ia mengajarkan perihal kualitas orang yang akan berdiam dalam kerajaan-Nya (Mat. 5:1-12).
Dalam Injil Lukas 19:41-42, ketika Tuhan Yesus yang adalah seorang Raja memasuki kota Yerusalem, Ia menangisi kota Yerusalem itu. Ia menangis bukan karena putus asa, bukan karena mengalami kegagalan, bukan karena kesusahan menjelang penderitaan-Nya sampai Ia mati di atas kayu disalib, melainkan Ia menangis karena;
Pertama: Ia menangis menunjukkan pengetahuan-Nya sempurna. Yesus tahu segala sesuatu yang sudah, sedang dan akan terjadi. Bahkan Ia tahu yang ada dalam hati manusia (Yoh. 2:24). Karena Ia tahu betapa dahsyatnya sengsara dan hukuman yang akan jatuh atas mereka atau setiap orang yang menolak-Nya sebagai Mesias, Tuhan, dan Juru Selamat manusia, maka Ia menangis ketika memasuki kota Yerusalem atau di minggu palem itu.
Kedua: Ia menangis karena umat-Nya buta dan tuli terhadap rahasia Allah. Banyak rahasia Allah yang harus dilihat, didengar dan dipahami untuk memperoleh hidup yang penuh sukacita bersama Tuhan baik sekarang maupun dalam kekekalan. Tetapi oleh karena umat manusia buta dan tuli secara rohani terhadap kebenaran firman Tuhan dan tanda-tanda kebesaran Allah yang telah dinyatakan, maka Ia menangis.
Ketiga: Ia menangisa karena kota Yerusalem diambang kehancuran. Yesus telah mengetahui bahwa kota Yerusalem akan hancur karena keadaan politik. Dan Ia nyatakan itu di dalam Injil Matius pasal 24, bagaimana Bait Allah di Yerusalem akan dihancurkan. Dan itu terjadi pada tahun 70 Masehi dimana kota Yerusalem dihancurkan oleh Romawi yang dipimpin oleh kaisar Titus. Itu sebabnya Ia menangis.
Keempat: Yesus menangis menunjukkan sifat Allah kepada manusia. Yesus datang ke dunia untuk menyatakan sifat dan karakter Allah pada manusia. Ia datang untuk menyatakan bahwa Allah tidak dingin, tidak jauh, dan tidak peduli. Ia datang untuk menyatakan bahwa Allah mengasihi dan mau menyelamatkan manusia. Dan ketika Ia menangis sesungguhnya menunjukkan betapa hancurnya hati Allah karena umat yang dikasihi-Nya tidak mau percaya kepada-Nya.
Kelima: Yesus menangis karena Ia tidak berkuasa atas hati manusia. Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang mahakuasa atas alam dan atas segala ciptaan-Nya. Ia mahakuasa dalam mengatur jagat raya dalam koordinasi yang sempurna, tetapi Allah tidak berkuasa atas hati manusia, jika Ia tidak diundang untuk masuk ke dalam hatinya (Why. 3:20). Hal inilah yang membuat Ia menangis karena Ia tidak mau memaksa kehendak-Nya.
Oleh karena itu Saudara, jangan kembali membuat Tuhan dan Raja kita menangis oleh karena kita umat yang sudah diselamatkan tidak patuh dan taat kepada-Nya. Dan mari dalam minggu ini menjelang Jumat Agung dan Hari Raya Paskah 2020 serta ditengah situasi dan kondisi saat ini yang tidak sesuai dengan harapan kita, kita senantiasa merenungkan setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita terlebih penderitaan sampai kematian Tuhan kita Yesus Kristus di atas kayu salib demi menyelamatkan semua umat manusia berdosa, yang percaya dan taat kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita. (AP07042020)
