MENGASIHI SEPERTI YESUS MENGASIHI
(Mat. 9:35-38)
Orang boleh mengidola siapapun juga sesuai dengan apa yang menjadi pandangan hidupnya, pastinya tokoh idola tersebut pastilah bukan orang sembarangan. Tokoh tersebut menginspirasi orang itu sedemikian rupa sehingga hampir-hampir segala sikap, tutur kata dan perilaku sang idola ditirunya. Misalnya, ada seseorang dalam baris berbaris selalu membengkokkan sedikit tangan kanannya saat berdiri tegap, sehingga menimbulkan keanehan. Setelah ditanyakan, jawabannya adalah karena dirinya mengikuti teladan sang idola yang bersikap seperti itu setiap kali sikap berdiri tegap. Mengapa sang idola bersikap seperti itu, karena sang idoal tangan kanannya “ceko” dari sejak kecil.
Jika kita mau hidup dalam kasih yang sesungguhnya, maka teladan kasih kita yang sempurna adalah Tuhan Yesus Kristus. Mari kita belajar dari apa yang dilakukan Tuhan Ysus tentang bagaimana tindakan kasih nyata yang dilakukan Sang Juruselamat kita itu. “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.” (Mat. 9:35). Dalam ayat tersebut, Tuhan Yesus melaksanakan tiga fungsi yaitu sebagai pengajar, pewarta dan penyembuh.
- 1. Tuhan Yesus sebagai pengajar. Dalam setiap waktu yang dijalani-Nya, Ia selalu mengajar kepada para murid, orang percaya dan banyak orang tentang bagaimana manusia dapat menjadi manusia yang benar di hadapan Tuhan. Dia bukan hanya mengajar tetapi juga memberi contoh secara langsung bagaimana mempraktekkan ajaran yang diberikan. Misalnya dalam Matius 14:13-21, melihat banyak orang yang mengikutinya dalam keadaan lapar sementara mereka jauh dari kedai dan kalau ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan mereka. Tuhan Yesus kemudian melakukan mujizat dengan memberi makan mereka yang berjumlah 5000 orang belum termasuk perempuan dan anak-anak dengan lima roti dan dua ikan. Belas kasihan bukan hanya diucapkan tetapi haruslah diikuti dengan tindakan untuk menolongnya.
- 2. Tuhan Yesus sebagai pewarta. Pewarta adalah orang yang menyampaikan warta dari seseorang kepada orang lain yang harus tahu apa isi warta itu. Dalam Mat. 9:35 tersebut dikatakan bahwa Tuhan Yesus berkeliling ke semua kota dan desa untuk memberitakan Injil Kerajaan Sorga. Ini berarti Ia menyampaikan warta sorgawi dari Allah kepada umat manusia tentang kabar baik yang harus diketahui semua manusia jika ingin dapat memperoleh pengampunan Allah yang sempurna, jika ingin memperoleh keselamatan kekal di dunia dan di sorga. Ini merupakan warta sorgawi yang sangat diharapkan oleh semua orang untuk diperolehnya. Jika kita ingin mengasihi seperti Tuhan Yesus mengasihi, jadilah pewarta sorgawi yang baik dan setia. Sekarang ini dibutuhkan penuai-penuai karena musim panen telah tiba, tuaian akan menjadi hanya tuaian yang tidak termanfaatkan dengan baik, jika tidak dituai (Mat. 9:37-38).
- 3. Tuhan Yesus sebagai penyembuh. Penyembuh adalah orang yang melakukan pekerjaan menyembuhkan orang lain yang sakit. Tidak terhitung sudah dalam sepak terjang-Nya di dunia, dan tidak dapat dipungkiri, Ia selalu mengasihi orang sakit yang datang kepada-Nya dengan menyembuh mereka. Dalam Mat. 9:1-8 Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang sakit lumpuh, dalam Mat. 9:18-25 Tuhan Yesus menyembuhkan anak kepala rumah ibadat yang sakit pendarahan, dalam Mat. 9:27-31 Tuhan Yesus menyembuhkan dua orang yang buta dan sebagainya. Dia selalu menyatakan belas kasihan kepada orang yang datang kepada-Nya dengan tindakan nyata dan salah satu di anataranya dengan menyembuhkan mereka.
Mengasihi seperti Tuhan Yesus mengasihi merupakan satu hal yang tidak bisa kita abaiakan, mari kita wujudnyatakan dalam tindakan nyata secara langsung sesuai dengan kerinduan kita, sehingga kita akan dikenal sebagai murid yang meneladani gurunya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
