HIDUP ADALAH ANUGERAH
(2 Raj. 20:1-11)
Kata “anugerah” identik dengan kata “kasih karunia”, yang dalam bahasa aslinya “khen” (Ibrani), atau “kharis” (Yunani) atinya pemberian atasan kepada bawahan yang seharusnya tidak layak diberikan oleh atasan, tidak layak diterima oleh bawahannya. Jika seorang karyawan berjasa menyelamatkan pimpinannya dari usaha perampokan, kemudian atasannya tersebut memberi bonus uang yang cukup besar dan ditingkatkan jabatannya menjadi kepala Kantor, itu bukan anugerah, tetapi imbal jasa atasan kepada bawahan. Tuhan Yesus memberi keselamatan kekal kepada orang yang percaya kepada-Nya padahal orang tersebut penuh dengan dosa dalam hidupnya. Inilah yang disebut dengan anugerah.
Tuhan Allah mampu dan berkenan untuk memberi anugerah dalam hidup kita. Anugerah terbesar dan terindah yang Allah berikan kepada umat manusia adalah anugerah keselamatan kekal yang Allah berikan kepada setiap orang yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. Ini menjadi modal dasar bagi orang percaya untuk hidup penuh dengan kasih dan sukacita dalam Kristus Yesus. Karena anugerah-Nya tersebut kita boleh berbangga akan kehidupan kekal di sorga setelah kematian jasmani kita (1 Tes. 4: 13-14). Anugerah lainnya Tuhan Allah berikan kepada umat-Nya selama hidup di dunia ini. Sebagai contoh adalah Raja Hizkia, Tuhan beri anugerah dengan bertambah umurnya lima belas tahun. Apa yang menyebabkan Tuhan Allah memberi anugerah tersebut? 2 Raja-raja membuka tabir semua itu.
- 1. Hizkia berdoa kepada Tuhan (2 Raj. 20:2). Pada saat Hizkia sakit dan setelah mendengar apa yang difirmankan Tuhan melalui Nabi Yesaya bin Amos, bahwa dirinya akan mati, maka dengan serta merta Hizkia berdoa kepada Tuhan. Rupanya Hizkia tahu mati hidup seseorang adalah otoritas Allah, maka komunikasi yang harus dilakukan setelah mndengar akan mati, hanyalah kepada Sang pemegang otoritas tersebut. Ini sekaligus merupakan bentuk pengakuan yang tepat bahwa Tuhanlah yang menciptakan manusia dan sekaligus penentu hidup manusia. Janganlah kita sebagai umat-Nya menjauhkan diri dari Tuhan dengan tidak berdoa, ingatlah Dia hanya sejauh doa.
- 2. Hizkia hidup setia, tulus hati dan melakukan apa yang baik di mata Tuhan (2 Raj. 20:3). Salah satu yang mendorong Allah menambah umur Hizkia adalah hidupnya yang setia kepada Tuhan, tulus hati dan melakukan apa yang dikehendaki Tuhan, serta dalam sepak terjangnya selalu melakukan apa yang baik dan benar di hadapan Tuhan, tidak seperti raja sebelumnya, yakni Ahas orangtuanya sendiri yang tidak melakukan apa yang benar di mata Tuhan (2 Raj. 16: 1-2). Tidak secara otomatis orangtua yang baik menurunkan anak yang baik, sebaliknya orangtua yang jahat dapat menurunkan anak yang baik. Kedekatan tiap-tiap orang dengan Sang Khalik itulah yang menentukan apakah orang bertindak dan bersikap yang baik dan benar dalam hidupnya.
- 3. Hizkia menjawab/merespon dengan cepat pilihan yang diberikan Tuhan (2 Raj. 20:10). Pada waktu Tuhan memberi pilihan tanda yang diberikan kepadanya, Hizkia dengan cepat dan tepat merespon, tidak menunggu lama. Hizkia memilih sesuatu yang tidak masuk akal secara manusia yaitu supaya bayang-bayang karena tertutup matahari mundur tidak maju seperti umumnya. Kecepatan respon ini menunjukkan bahwa Hizkia memiliki ketaatan dan keyakinan penuh akan kasih dan kuasa Tuhan. Janganlah berlama-lama merespon setiap firman yang diajarkan Tuhan, janganlah terlalu banyak pertimbangan, yakinlah apa yang difirmankan ya dan amin.
Jika kita mau menikmati anugerah demi anugerah Tuhan selama masih diberi kepercayaan menghirup udara di dunia ini, ikuti teladan Hizkia raja Yahuda, dia rajin berdoa, hidup setia dan tulus hati serta melakukan apa yang baik dan benar di hadapan Tuhan dan manusia, dan dengan cepat merespon setiap firman yang didengarnya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
