DALAM KRISTUS, KITA SANGGUP MENANGGUNG SEGALA SESUATU
(Flp. 4:8-13)
Dalam kehidupan ini daya mampu orang untuk menghadapi kesulitan hidup berbeda-beda. Satu dengan yang lainnya. Ada yang kuat bahkan kuat sekali, sekalipun sampai tergeletak tetapi tetap pantang menyerah. Namun ada juga yang walau hanya sedikit tekanan hidup, sudah mengeluh, yang jika hal ini tidak segera teratasi, lama kelamaan bisa menimbulkan frustasi, dan bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dilihat dari kacamata iman Kristen, bolehkan kita bunuh diri? Berdosakah bunuh diri itu? Atau pertanyaan yang lebih mendasar, apakah orang yang bunuh diri dapat masuk sorga? Mari kita simak renungan bulletin ini.
Filipi 4:13 menyatakan, “Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ayat tersebut sejajar dengan 1 Korintus 10:13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah percobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada saat kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Paulus dalam menyampaikan pengajarannya bukan semata-mata mengajar atau menuliskannya saja, tetapi dia telah terlebih dahulu berpengalaman dengan berbagai masalah dan kesulitan yang dialaminya selama menjalankan tugas pengabaran Injil yang diberikan Tuhan Yesus kepadanya. Dia sering ditolak dalam pelayanannya, sering didebat, diperhadapkan dengan pejabat Negara, dianiaya, dipenjara bahkan mau dibunuh merupakan bentuk tekanan yang dialaminya.
Sebagai ciptaan Tuhan yang dipilih dan ditetapkan sebagai anak-anak Tuhan, haruslah meyakini bahwa kita sanggup menghadapi bahkan melawan setiap godaan, pencobaan, tantangan yang menghadang di depan kita. Beberapa alasan dan pertimbangannya adalah :
- 1. Dalam pencobaan Tuhan memberi jalan keluar (1 Kor. 10:13). Pencobaan yang datang silih berganti dan tidak memberi kesempatan kita untuk “bernafas”, terkadang membuat kita stres dan bisa jadi mengambil jalan pintas yang membahayakan. Dalam situasi seperti itu, ingatlah firman-Nya dalam 1 Korintus 10:13 tersebut di atas, Dia membri kekuatan, Dia membri jalan keluar, sehingga kita dapat menghadapinya. Yakinkah Saudara ?
- 2. Dalam menghadapi tantangan Tuhan memberi keberanian (Kis. 4:13). Petrus dan Yohanes yang dikenal orang sebagai nelayan dengan berani memberi kesaksian di hadapan sidang Mahkamah Agama bahwa dalam nama Yesus – orang Nazaret yang telah disalibkan – mereka melakukan mujizat menyembuhkan orang lumpuh (Kis. 3:6-8). Petrus dan Yohanes berani menghadapi tantangan di dalam Sidang Mahkamah Agama karena Tuhan yang memberinya. Jangan takut dan gentar dalam menghadapi tantangan, yakinlah Tuhan Yesus membri kekuatan dan keberanian kepada kita.
- 3. Dalam menghadapi godaan, Tuhan menjadi benteng kekuatan kita (Mzm. 28:7-8). Dari pengalaman hidupnya Daud dengan yakin menyimpulkan bahwa Tuhan adalah kekuatan dan perisai dalam hidupnya. Keyakinan itulah yang membuat dirinya beria-ria dan selalu bernyanyi dengan rasa syukur yang tiada bandingnya. Yakinlah Tuhan akan membentengi kita dan memberi kekuatan kita saat kita berada dalam godaan. Jadi jangan takut menghadapinya.
Berdasarkan hal-hal tersebut maka tidak ada alasan kita sebagai orang percaya untuk takut, stress apalagi mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri karena beratnya tekanan hidup. Orang yang demikian berarti tidak memercayai kuasa Kristus yang mampu menolong dan menyertai kita. Orang demikian berarti belum percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Tuhan Yesus adaah Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. Sementara kita yang sunggung percaya, sanggup menanggung segala perkara karena Dia pasti menolong kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
